images

okezone.com

Rifeld C.B

Member Since 20/12/2015

Radikal Terorisme Perusak Bangsa

Minggu, 14 February 2016
Radikal Terorisme Perusak Bangsa

Tragedi bom Thamrin di kota Jakarta meningatkan kita bahwa aksi - aksi terorisme di Indonesia perlahan tapi pasti akan terus berlanjut,  walaupun terjadi di Jakarta tetapi memiliki efek dan pengaruh bagi seluruh rakyat Indonesia. Kejadian di Thamrin kali ini membawa nama gerakan Radikal terorisme ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Penyerangan di Thamrin Jakarta menorehkan tambahan catatan sejarah aksi teorisme di Indonesia, dan  untuk pertama kalinya aksi terorisme dilaksanakan secara terang terangan, aksinya dilakukan di depan khalayak ramai dengan membawa senjata sekaligus bom. Ancaman ISIS yang mendunia akhirnya mulai menampakan diri di Negara Indonesia

Berbagai upaya pemerintah Indonesia telah dilaksanakan untuk menangkal tindakan terorisme di Indonesia, dimulai dari upaya pencegahan yang digiatkan pemerintah dengan memberikan pedoman pedoman anti radikal terorisme ( deradikalisasi ) pada bidang agama, bidang pendidikan, serta upaya menetralisir informasi informasi radikal yang ada di media seperti penutupan atau pemblokiran situs situs online oleh Menkominfo, dan yang paling upaya pemerintah yang paling menonjol adalah banyaknya  upaya penindakan radikal terorisme oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dilaksanakan melalui Pengejaran dan penangkapan para pelaku kejahatan radikal terorisme beberpa diantaranya adalah penembakan Dr.  Azhari di Malang, penyerangan dan penyergapan Noordin M Top,  Boim ( pelaku bom JW Marriot ) , sampai ke penembakan Daeng Koro di Poso.

Pemerintah baik Polri, TNI dan Badan Penanggulangan Terorisme di Indonesia tidak dapat bekerja sendiri di dalam memerangi aksi redikal terorisme yang telah ada dan berkembang di Indonesia, dengan bentuk Negara kepulauan, dan sistem transportasi laut yang belum bisa diawasi secara maksimal, serta perkembangan teknologi komunikasi, membuat jaringan teroris di Indonesia makin berkembang dan sulit terdeteksi. ISIS menjadi fenomena tersendiri di dalam aksi radikal terorisme, bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia, di Indonesia  aksi radikal oleh ISIS  disebar luaskan melalui doktrin doktrin serta ajakan untuk pelatihan perang digelorakan dan sebagian bisa disaksikan di jejaring sosial, berbagai macam pola perekruitmen telah dilakukan oleh ISIS dan dari Badan Intelijen Negara ( BIN ) telah memberikan Informasi bahwa kurang lebih sudah 500 warga Negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS, tidak saja mengambil sasaran warga ekonomi bawah tetapi juga terhadap warga ekonomi dan berpendidikan yang mumpuni, hal ini terbukti  pada Bulan November  2015 ada kelompok  keluarga golongan pejabat perusahaan di Batam yang ikut bergabung dengan ISIS. Masyarakat Indonesia perlu memahami bahwa aksi radikal terorisme akan membawa kehancuran bagi persatuan dan kesatuan bangsa ini, sehingga perlu ada pemahaman yang lebih terhadap bentuk dan ciri dari radikal terorisme.

Radikal terorisme merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang di dalam pelaksanaanya ada doktrin, ada pandangan yang kuat dan mengakar dalam bentuk ideologi - ideologi dengan tujuan untuk mengubah situasi politik, situasi keamanan, kesejahteraan dan stabilitas birokrasi suatu negara terhenti untuk kemudian diambil alih dan dijalankan sesuai arah doktrin dan keyakinan radikal yang dibentuk. Ada beberapa ciri aksi radikal terorisme di Indonesia :

·         Pengembangan ideologi dan teologi radikal

Aksi-aksi radikal terorisme di Indonesia memanfaatkan keaneka ragam budaya dan agama, dan yang paling dominan dimanfaatkan adalah perbedaan agama, di Indonesia kurang lebih ada 5 agama yang berkembang dan disahkan oleh pemerintah, hal ini dimanfaatkan oleh kelompok teroris  dengan memberikan doktrin yang kuat kepada pelaku atau calon anggota untuk mendiskriminasi secara militan terhadap agama lain

·         Mengkafirkan orang lain

Di dalam organisasi selalu ada tujuan, begitupun suatu kelompok teroris, ada tokoh - tokoh pemerintah yang dianggap penghalang tujuan organisasi dan dijadikan target dari kegiatan radikal, dengan situasi pemerintahan politik, selalu ada pihak pro dan kontra yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk menunjang kegiatan radikalnya di Indonesia

·         Cenderung tertutup dan ekslusif

Keberadaan kelompok teroris di dalam lingkungan masyarakat cenderung tertutup dan kegiatan untuk bersosialisasi dengan masyarakat sangat minim, selain itu, hanya orang - orang tertentu yang memang dirasa cocok dan sudah biasa dikenal yang diajak untuk bersosialisasi

·         Memberikan janji tentang surga

Untuk memberikan semangat dan motivasi terhadap anggotanya, kelompok teroris mempunyai teknik pemberinan janji atau doktrin  tentang  surga dan hidup yang damai jika kegiatan militan dan radikal yang direncanakan bisa sukses terlaksana

·         Ada strategi yang melibatkan tindakan kekerasan

Kelompok teroris selalu memiliki program perencanaan yang berbau militer dan kekerasan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, 71 tahun sudah bangsa ini merdeka dengan tetap menjunjung tinggi Pancasila dan Bhineka tunggal ika, mari kita ikut untuk menjaga bangsa ini dari aksi-aksi terorisme yang bertujuan untuk menghancurkan dan mengadu domba keutuhan Bangsa Indonesia, pahami dengan pasti bahwa setiap orang menginginkan untuk hidup damai, hidup dengan penuh rasa saling menghargai dan menghormati, dan yang penting bahwa agama, suku ataupun ras ada sebagai perbedaan untuk mempererat hubungan antar manusia, tidak untuk dibedakan ataupun di adu, mari kita wujudkan Indonesia yang damai dan bebas dari radikal terorisme.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Rifeld

    Rifeld

    15 February 2016 at 10:50:AM

    Indonesia tetap jaya sampai kapanpun