images

okezone.com

Nell Syukur

Member Since 04/01/2016

Mengenal Penyakit Kulit Vitiligo

Senin, 22 February 2016
Mengenal Penyakit Kulit Vitiligo

Vitiligo adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya pigmen kulit dan membram mukosa secara progresif yang disebabkan rusaknya melanosit. Vitiligo cenderung erat kaitannya dengan faktor genetik/keturunan dan dapat terjadi kapan saja, namun lebih sering mulai terjadi saat berusia 10 hingga 30 tahun 


Vitiligo menyebabkan timbulnya bercak pada kulit yang mengalami diskolorisasi (perubahan warna kulit menjadi lebih putih atau pucat). Bercak tersebut dapat menyebar dan melebar yang awalnya hanya beberapa milimeter hingga mencapai beberapa centimeter. Vitiligo sebenarnya bukan penyakit yang dapat mengancam jiwa dan tidak menular, namun vitiligo dapat memicu depresi pada penderita dan menyebabkan perubahan perilaku.


Penyebab vitiligo

Sampai saat ini penyebab vitiligo belum diketahui secara pasti, dugaan terkuat sementara ada kaitan vitiligo dengan faktor genetik dan penyakit autoimun (gangguan sistem imun). Radiasi sinar matahari, stress dan infeksi virus juga diduga menjadi faktor penyebab vitiligo, walau secara medis belum ada pembuktian.


Informasi terkait : Bahaya Sinar UV Terhadap Kulit

Gejala vitiligo

Kasus vitiligo biasanya terjadi pada usia 10-30 tahun, ditandai dengan munculnya bercak putih susu pada kulit karena depigmentasi seperti pada muka, jari-jari tangan, siku dan lain-lain. Gejala lain yaitu perubahan warna pada rambut, alis dan bulu mata menjadi putih (baca juga : Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda), bercak putih di dalam rongga mulut dan depigmentasi pada retina.

Jenis-jenis vitiligo

Vitiligo dapat dibedakan menjadi tiga jenis :

  1. Vitiligo general. Jenis vitiligo yang paling sering dijumpai, menyerang kedua sisi tubuh dan dapat menyerang seluruh tubuh.
  2. Vitiligo fokal. Hanya terjadi di satu tempat tertentu dan lebih sering dijumpai pada anak-anak.
  3. Vitiligo segmental. Vitiligo jenis ini hanya menyerang salah satu sisi tubuh, serangan biasanya cepat meluas, berlangsung selama 1 hingga 2 tahun kemudian berhenti dengan sendirinya. Vitiligo jenis ini tidak ada kaitanya dengan autoimun dan lebih sering dijumpai pada usia remaja.

vitiligo

Diagnosis vitiligo

Proses diagnosis vitiligo umumnya melibatkan dokter dengan pertimbangan:

  1. Riwayat kesehatan keluarga, apakah ada orang lain dalam keluarga yang sebelumnya pernah mengalami vitiligo (berkaitan dengan faktor genetik).
  2. Pemeriksaan dengan lampu wood (sinar UV), vitiligo akan tampak berwarna kuning, hijau dan biru.
  3. Pemeriksaan darah, guna memeriksa fungsi kelenjar tiroid dan deteksi ANA (anti-nuclear antibodies) yang berkaitan dengan penyakit autoimun.
  4. Biopsi kulit.


Penanganan vitiligo

Sampai saat ini belum ada obat untuk vitiligo, dengan kata lain vitiligo belum dapat disembuhkan, namun dengan perawatan yang tepat dapat memperlambat proses depigmentasi dan diharapkan dapat terjadi repigmentasi. Jadi, penanganan tidak dilakukan untuk penyembuhan total melainkan untuk mengatasi gejala dan memperlambat perluasan depigmentasi, dan harus dilakukan seumur hidup.

Penanganan vitiligo sangat tergantung dengan tipe, ukuran, lokasi dan luas vitiligo itu sendiri, diantaranya:

1. Hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30.

2. Salf topical, diantaranya :

  • Salf kamouflase, penggunaan kosmetik sebagai kamuflase, menutup bercak putih untuk vitiligo ringan.
  • Salf kortikosteroid
  • Salf anti sistem imun

3. Fototerapi

4. Kombinasi krim psoralen dan fototerapi UVA (PUVA)

5. Kombinasi obat oral psoralen dan fototerapi UVA (oral PUVA)

6. Operasi cangkok kulit atau cangkok melanosit

7. Depigmentasi. Untuk kasus vitiligo yang sudah parah (menyerang lebih dari separuh tubuh), tindakan depigmentasi bagian tubuh yang masih normal dengan obat topikal adalah solusi yang lebih baik.


Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login