images

okezone.com

Thurneysen Simanjuntak

Lippo Cikarang - Bekasi
Member Since 19/03/2016

Antara Menjaga Kacamata dengan Pembentukan Karakter Menghargai

Sabtu, 19 Maret 2016
Kacamata itu telah melekat di wajahku untuk masa yang panjang. Delapan belas tahun sudah. Walau merk dan modelnya gonta-ganti, tapi prinsipnya sama. Bermakna membantu penglihatan saya. Saya tidak pernah bercita-cita bermata minus dan silindris. Tapi itulah kenyataannya.

Sebelum menggunakan kacamata saya sering dikatain sombong. Butuh kultum, kuliah tujuh menit terkadang untuk menjelaskan. Sering memang saya tidak menyapa orang lain saat berpapasan, bukan berarti karena saya sombong. Tapi karena saya tidak jelas melihat.

Pengalaman lainnya, ketika belajar mata kuliah Statistik Sosial. Saya pun sering salah menulis dan mengerjakan soal. Angka satu selalu saya lihat menjadi angka sebelas. Angka delapan menjadi angka tigabelas. Awalnya tidak menyadari kalau saya ternyata bermata silindris.

Itulah awalnya saya mengapa menggunakan kacamata. Saya tidak mau dikatain sombong dan tidak maksimal dalam perkuliahan, karena sering keliru untuk setiap tulisan dosen.

Menggunakan kacamata itu memang menyenangkan. Terkadang wajah kelihatan lebih gaya atau lebih smart. Percaya diripun meningkat. Tapi sebanding juga dengan peningkatan ketelatenan. 

Kalau awal menggunakan kacamata, saya ternyata sering kurang telaten. Kacamata saya sering rusak karena tertindih pada waktu tidur. Kebiasaan saya memang senang membaca sambil tiduran. Berbeda dengan sekarang. Anak saya  yang kecil sering mematahkan kacamata saya ketika lalai meletakkan ditempat yang aman.

Dari setiap peristiwa itu saya banyak belajar. Bahwa harus lebih telaten untuk memperhatikan kacamata. Setelah kejadian tersebut, bagi saya pantang membaca sambil tiduran. Itu pun ternyata ada hikmahnya. Minus dari mata saya ternyata cenderung stabil. Berbeda dengan ketika saya memiliki kebiasaan tidur sambil membaca. Bahkan untuk saat ini lebih memperhatikan penempatan kacamata untuk lebih aman dari jangkauan anak-anak.

Inilah bukti terimasih saya untuk kacamata yang telah setia menemani dan mendampingi saya dalam berbagai aktivitas. Terutama diusia kedepanbelas dalam menggunakan kacamata.

Terkadang sering orang memang kurang menghargai benda kecil ini. Meletakkan disembarang tempat, tidak merawat kebersihannya dari kotoran yang melekat akibat ketingat, bahkan lensanya pun sering lalai membersihkan. Setelah rusak atau hilang, terkadang baru muncul rasa penyesalan dan berjanji untuk menghargai. Ingatlah bahwa sikap ataupun karakter menghargai ternyata tumbuh dari hal-hal kecil dari seperti ini. Selamat menghargai kacamata.

Thurneysen S
08121968141


Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login