images

okezone.com

Member Since 23/03/2016

Tulisan Lainnya

Dinar Gunawan

Member Since 23/03/2016

My Glasses, My Life

Rabu, 23 Maret 2016
My Glasses, My Life


Suatu ketika akibat terburu-buru, kacamata yang biasa saya kenakan tertinggal di rumah. Padahal kalau tidak menggunakan kacamata saya tidak bisa melihat kejauhan. Ternyata ada teman yang menyapa tapi saya diam saja. Ketika sudah mendekat, ia memarahi saya, katanya saya sombong padahal saya serius tidak melihat dia. Setelah saya katakan bahwa saya tidak pakai kacamata barulah teman saya itu tertawa. Pernah juga menabrak pintu kaca karena dari jauh tidak nampak dan ketika semakin dekat saya tengah sibuk melihat layar ponsel, akhirnya malu sendiri karena menabrak pintu kaca itu. Dan itulah kenapa kacamata menjadi barang penting yang tak boleh tertinggal. 

Kacamata bisa dibilang dekat sekali dengan saya, bagaimana tidak, ia menempel di wajah saya setiap saat. Saya menjadi pengguna setia kacamata sejak mulai bekerja. Awalnya hanya sekadar gangguan mata ringan yang tidak terlalu mengganggu atau hanya minus kecil. Sempat membaik, namun keadaan mata saya menjadi lebih parah saat terpapar kondisi luar ruangan yang variatif. Minus semakin meningkat saat saya bekerja malam dan berkendara dengan motor. Debu, polusi udara serta keadaan cuaca saat di perjalanan makin memperparah kondisi mata.

Semakin ditambah dengan pekerjaan saya sekarang yang mengharuskan saya berada 12 jam bahkan lebih di depan komputer. Selain itu, saya pasti menggunakan ponsel untuk membaca berita dan lain-lain selama di perjalanan saat berada di dalam kendaraan umum (berangkat dan pulang kerja dengan motor dan bus umum). Paparan layar ponsel dan monitor secara konstan tentunya memengaruhi daya lihat mata saya. Selain faktor bertambahnya usia, paparan eksternal terhadap mata bisa menyebabkan berkurangnya kualitas daya lihat mata saya.

Paparan eksternal tersebut dan (mungkin juga asupan makanan serta pola hidup sehari-hari) membuat mata saya semakin lelah, meskipun saya tidak menggunakan kacamata pada saat bekerja di depan layar komputer karena saya penderita rabun jauh (miopi). Utamanya, saya menggunakan kacamata pada saat harus berkendara dan melihat obyek-obyek jarak jauh.

Kebutuhan akan penglihatan yang maksimal itu mengharuskan kacamata saya standby di sekitar jangkauan saya dan terawat dengan baik, untuk menunjang mobilitas saya menuju tempat kerja dan beberapa aktivitas sehari-hari lainnya. Parahnya lagi adalah kondisi perjalanan dari rumah ke kantor yang penuh debu dan polusi karena sedang banyak pembangunan jalan, kian membuat mata bekerja lebih berat. Polusi dari asap kendaraan serta asap rokok, ditambah paparan cuaca baik kering maupun hujan, pantulan sinar matahari yang menyilaukan dan lain-lain sedikit banyak memberikan pengaruh ke mata saya. Saya merasakan semuanya, bagaimana menggunakan kacamata saat berkendara dengan motor, saat naik kendaraan umum dibutuhkan kacamata dengan lensa “tahan banting” atau berkualitas agar dapat melihat lebih baik dan jelas.

Kacamata berkualitas tentu selain tahan banting dan tahan lama serta (kalau bisa sih) dengan harga ekonomis. Saya sendiri tidak menghitung berapa kali saya berganti kacamata, baik rangka (frame) nya maupun lensanya, tapi mulai dari material plastik hingga kaca, mulai dari yang murah hingga yang sedikit lebih mahal (di kantong saya) pun pernah saya coba.

Meskipun begitu, baik murah maupun mahal saya selalu mencoba merawat dan menjaga kacamata saya dengan baik, bagaimana tidak, saya membutuhkannya untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Pandangan terganggu, maka otomatis pekerjaan dan perjalanan saya ke kantor juga akan terganggu. Ini bisa membahayakan perjalanan bila kacamata saya tertinggal atau tidak terawat dengan baik.  

Karenanya, saya selalu membersihkan lensa kacamata dengan kain khusus kacamata yang diberikan saat membeli kacamata, biasanya disebut kain microfiber. Saat tidak menggunakan kacamata, saya simpan dalam tempatnya dengan baik. Tidak membiarkannya tergeletak di mana pun dan jauh dari jangkauan anak saya agar tidak digunakan untuk bermain sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau goresan. Goresan sedikit saja bisa berpengaruh terhadap kenyamanan saya melihat dan menggunakan kacamata. 

Selain itu saya selalu mencoba menyempatkan waktu untuk memeriksa kondisi kesehatan mata saya ke dokter mata setidaknya dua tahun sekali. Mencoba mencari tahu bertambah atau tidaknya minus saya dengan mencoba tes mata di optik langganan. Agar sedikit banyak saya tahu gambaran perkembangan kondisi mata saya dari tahun ke tahun. Penggunaan cairan pembersih lensa harus sesuai dengan lensa yang Anda gunakan dan konsultasikan pada ahlinya.  

Sedikit tip saat memilih lensa dari saya dan juga hasil konsultasi ke optik langganan, usahakan memilih lensa yang berkualitas, karena mata adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Gunakan lensa yang jernih dan kadar transparansinya bagus atau bila memungkinkan mendekati sempurna. Pilih juga lensa yang mudah dirawat dan dibersihkan, seperti yang anti noda supaya bekas tempelan jari ataupun debu-debu yang menempel mudah dibersihkan. Pilih lensa anti gores agar tidak was-was saat lensa tak sengaja tersentuh benda tajam atau dimainkan anak-anak. Mengingat kondisi musim hujan sekarang, lensa tahan air akan cocok bila digunakan pada pengendara motor karena air langsung jatuh dan tidak lama menempel di lensa yang bisa menyebabkan keburaman pandangan. Baik juga lensa yang mampu menangkal paparan sinar matahari yang menyilaukan di siang hari yang terik.  

Jadi, tidak salah bila saya mengatakan, My Glasses, My Life. Karena tanpanya, rasanya akan hampa, alias buram dan remang-remang!

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login