images

okezone.com

Casilda Aulia Rakhmadina

Member Since 27/05/2016

LOFALICIOUS, Lunch Box Beras Analog Singkong Karya Mahasiswa Brawijaya

Jum'at, 27 Mei 2016
LOFALICIOUS, Lunch Box Beras Analog Singkong Karya Mahasiswa Brawijaya Indonesia terkenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya mengonsumsi nasi putih sebagai bahan makanan pokok. Bahkan ada istilah jika tidak mengonsumsi nasi, maka belum bisa disebut sudah makan. Namun, fakta menyebutkan bahwa pengonsumsian nasi secara terus-menerus dapat meningkatkan resiko terkena diabetes melitus tipe 2 karena indeks glikemik nasi putih yang cukup tinggi. Disisi lain, Indonesia memiliki potensi hasil pertanian seperti umbi-umbian yang dapat menggantikan nasi sebagai sumber karbohidrat. Salah satu jenis umbi-umbian tersebut yaitu singkong. Singkong telah banyak diolah menjadi berbagai produk pangan, salah satunya adalah beras analog atau beras yang terbuat dari tepung-tepungan berbahan baku umbi-umbian hingga kacang-kacangan. Beras analog memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga beras ini dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Namun sayangnya, sosialisasi untuk upaya diversifikasi pangan dari nasi putih menjadi beras analog masih minim sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kegunaan serta manfaat dari beras ini.

Hal tersebut melatar belakangi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan suatu inovasi baru untuk memperkenalkan beras analog sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi melalui produk LOFALICIOUS (Lunch Box Fish-Cassava Delicious) yang diikutkan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Konsep lunch box ini dipelopori oleh 5 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, yaitu Achmad Faridul Himam (THP 2014), Casilda Aulia Rakhmadina (THP 2014), Anggraeni Wulansari (THP 2014), Rijal Asshidiqy (THP 2014) dan Noval Audi Ashari (THP 2015) dibawah bimbingan dosen Erni Sofia Murtini STP. MP. Ph.D

LOFALICIOUS merupakan lunch box dengan bahan beras analog sebagai pengganti nasi putih yang dipadukan dengan ikan tuna krispy dan dibalur 4 varian bumbu khas nusantara yang meliputi rendang, rica-rica, taliwang dan bali. Selain sebagai salah satu upaya memperkenalkan produk diversifikasi pangan, LOFALICIOUS juga diusung untuk memperkenalkan kuliner khas nusantara yang saat ini mulai tergeser dengan maraknya kuliner-kuliner fastfood. LOFALICIOUS hadir untuk memenuhi kebutuhan energi di siang hari, dimana pada setiap menunya telah dihitung jumlah kalorinya.

Pemasaran yang telah dilakukan masih terpusat di wilayah Malang dengan sistem pre-order, delivery order, mengikuti expo, berjualan langsung di sekitar kampus menyebar brosure, promosi via media online dan melakukan beberapa model promosi yaitu dengan membeli 1 produk LOFALICIOUS kemudian selfie dan diupload di instagram dengan mengikuti instagram LOFALICIOUS dan menandai, maka konsumen tersebut berhak mendapat 1 produk LOFALICIOUS gratis, kemudian untuk promosi selanjutnya yaitu membeli 5 produk LOFALICIOUS maka akan mendapat 1 produk LOFALICIOUS gratis. Promosi-promosi yang dilakukan bertujuan untuk menarik konsumen. Harga lunch box LOFALICIOUS cukup terjangkau, yakni Rp 10.000/box nya.

Untuk rencana kedepannya, wilayah pemasaran LOFALICIOUS akan diperluas dengan membuka stand di berbagai sekolah dan kampus yang ada di kota Malang dan sekitarnya, mendaftarkan hak paten, BPOM dan sertifikat halal. Dengan hadirnya LOFALICIOUS diharapkan masyarakat akan lebih mengenal produk diversifikasi pangan dan mulai untuk beralih dari nasi putih ke beras analog singkong yang lebih sehat.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login