images

okezone.com

Theresia Clara

Member Since 16/08/2016

10 Tips untuk Expat Baru agar Survive di Malaysia

Kamis, 15 September 2016
10 Tips untuk Expat Baru agar Survive di Malaysia

Halo para pembaca, salam dari Malaysia! Gimana kabar kalian semua di Indonesia hari ini? Semoga kabarnya baik-baik saja, sama seperti saya! Dalam artikel ini saya akan berbagi tips untuk expat baru (pendatang baru) agar dapat survive (bertahan hidup) di Malaysia. Tips ini berdasarkan pengalaman saya sendiri, jadi bisa dijamin kredibilitasnya hehe! Sedikit intro, saya sudah berada di Malaysia selama lebih dari 4 tahun sejak masih duduk di bangku kuliah hingga sekarang bekerja sebagai penulis untuk sebuah perusahaan e-commerce, iPrice. Saat pertama kali datang ke Malaysia, tentu saja banyak hal yang saya rindukan dari Indonesia, terutama makanannya. Setelah saya menetap selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun, akhirnya saya bisa beradaptasi dan enjoy tinggal di Malaysia, terutama karena banyak sekali orang Indonesia di negeri jiran ini! Kalian bahkan bisa menemukan restoran dan kedai pinggir jalan yang penjualnya atau kokinya adalah orang Indonesia! Lho, kok saya bisa tahu kokinya orang Indonesia? Psst, enggak ada yang bisa mengalahkan rasa sambal Indonesia! Hihihi! Bagi kalian yang berencana untuk melanjutkan pendidikan, bekerja atau pindah ke Malaysia, berikut adalah 10 tips agar kalian bisa survive di Malaysia:

1. Mantapkan Kemampuan Bahasa Inggris Kamu


Source: Pinterest

https://www.pinterest.com/pin/474777985687965378/

Malaysia memiliki tiga ras penduduk: Cina, Melayu dan India. Walaupun berbeda, namun para penduduk di sini memakai bahasa Inggris sehari-harinya. Di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di mal, dimana pun! Selain itu, koran, novel dan majalah juga kebanyakan dicetak dalam bahasa Inggris. Jadi sebelum kamu berencana kuliah, kerja atau pindah ke Malaysia, mantapkan dulu bahasa Inggris kamu supaya enggak mengalami kesulitan berkomunikasi. Misalnya kamu berencana kuliah di Malaysia, semua bukunya dicetak dalam bahasa Inggris dan dosennya mengajar dengan bahasa Inggris. Kalau kemampuan bahasa Inggris kamu enggak mantap, pasti menjadi sebuah penghalang! Selain secara teori, biasakan berbicara dalam bahasa Inggris dengan keluarga atau teman-teman terdekat. Jangan malu kalau kalian masih tersendat-sendat, yang penting berani berbicara bahasa Inggris. Waktu pertama kali sampai di Malaysia bahasa Inggris saya juga enggak lancar, tapi setelah 2-3 bulan berbicara dalam bahasa Inggris setiap hari, lama-lama jadi terbiasa dan lancar deh!

2. Dapatkan Tempat Tinggal Sebelum Kamu Pindah

Compressed by jpeg-recompress

Source: pexels.com

Sebisa mungkin, pastikan kamu sudah mendapat tempat tinggal sebelum kamu pindah ke sini. Ini untuk menghindari kamu diketok harga sewa atau tinggal di lingkungan yang enggak sesuai dengan harapan kamu. Saat mendaftar kuliah atau melamar kerja, gunakan kesempatan ini untuk menggali informasi seputar tempat tinggal. Referensi dari kampus atau kantor biasanya lebih akurat dan terpercaya, bahkan mungkin kamu bisa tinggal bareng teman kampus atau teman kantor! Lebih asik, kan hehe! Alternatif lain adalah kamu bisa hunting secara online, sudah banyak website yang menyediakan daftar tempat tinggal yang bisa disesuaikan dengan budget kamu. Mulai dari kamar, studio (apartemen kecil tanpa kamar), apartment, kondominium hingga rumah, semuanya lengkap beserta foto dan fasilitas yang ditawarkan. Caranya mudah saja, cukup ketik rent a room in Malaysia di Google dan ta-daaa! Silahkan berburu tempat tinggal!

3. Tentukan Anggaran Bulanan

Compressed by jpeg-recompress

Source: pexels.com

Pindah ke negara lain bagaikan memulai hidup baru. Setiap hari terasa bagaikan sebuah petualangan, membuat kita ingin mencoba semua makanan yang ada, pergi ke tempat-tempat hangout populer dan jalan-jalan ke berbagai tempat saat weekend. Minggu ini ke Penang, minggu depan ke Melaka, minggu depannya lagi ke. dan tak akan ada habisnya. Setelah Malaysia puas dijelajahi, pasti ingin ke negara-negara tetangga lainnya seperti Thailand, Filipina, Vietnam dan lain-lain. Jika kamu bekerja di Malaysia, gaji kamu memang lebih besar dibandingkan saat bekerja di Indonesia. Kalau mau jujur, kamu bisa lebih hemat tinggal di Malaysia karena semuanya lebih mudah, murah dan masyarakatnya enggak hedonis, sehingga kamu enggak perlu gengsi-gengsian. Namun yang namanya uang enggak akan pernah cukup kalau kamu enggak menentukan anggaran bulanan. Saran saya, jangan lupa membuat anggaran bulanan agar kamu enggak boros, hehe!

4. Bertemanlah dengan Siapapun

Source: Theresia Clara


Malaysia memiliki penduduk yang lebih beragam daripada Indonesia, kamu akan menemukan banyak orang dari berbagai macam negara. Meskipun berasal dari Indonesia, sebaiknya pergaulan kamu enggak terbatas dengan orang-orang Indonesia saja. Punya teman dari berbagai macam negara akan membuat kamu lebih open-minded dan memperkaya wawasan kamu. Bukankah itu hal yang kamu inginkan saat tinggal di negara lain?

5. Cari Informasi Tentang Jadwal Bus dan Kereta

Source: myrapid.com.my

Saya enggak bohong saat saya bilang tinggal di Malaysia itu lebih mudah. Di sini kalian enggak perlu membeli mobil karena sudah tersedia kereta (KTM, Monorail, LRT) dan bus umum yang bisa menghubungkan kalian hampir kemana pun, bahkan airport! Kereta dan busnya juga lebih moderen, ber-AC dan datang sesuai jadwal (walaupun enggak selalunya tepat waktu). MyRapid adalah nama perusahaan pemerintah yang menyediakan kereta dan bus di Malaysia, kalian bisa mengunjungi websitenya untuk melihat rute perjalanan, jadwal keberangkatan, harga tiket dan lain-lain. Mudah, kan?

6. Pelajari Bahasa Melayu (Setidaknya Sedikit)

Compressed by jpeg-recompressSource: pexels.com

Source: pexels.com

Bahasa Melayu enggak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia, mudah sekali untuk mempelajarinya. Saat tinggal di negara orang, ada baiknya jika kamu mempelajari bahasa mereka walaupun sedikit. Ini akan membuat percakapan kamu dengan penduduk lokal lebih hangat. Selain itu, mempelajari Bahasa Melayu itu penting lho saat memesan makanan! Misalnya, kurang pedas dalam Bahasa Melayu artinya makanan/minuman tersebut tidak terlalu terlalu pedas. Nah lho!

7. Pantang Menyerah & Cepat Beradaptasi

Source: theoblog.com.au


Di Malaysia semuanya serba cepat dan mandiri, jadi kamu harus bisa beradaptasi. Walaupun enggak se-ekstrem Singapura, namun kalau kamu enggak cepat menyesuaikan diri, kamu akan mengalami kesulitan untuk survive di sini. Misalnya kamu enggak bisa beradaptasi dengan makanan yang ada dan hanya ingin makan makanan Indonesia setiap harinya, repot sekali kan! Untuk kamu yang ingin bekerja di Malaysia, ketahui perusahaan tempat kamu bekerja agar kamu bisa beradaptasi. Kalau kamu bekerja di perusahaan dengan peraturan yang lebih ketat dari perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya di Indonesia, kamu harus bisa beradaptasi agar posisi dan image kamu aman alias enggak kena pecat. Kalau kamu bekerja di perusahaan yang masih berkembang seperti iPrice, semuanya lebih fleksibel tapi kamu harus siap jika sewaktu-waktu ada perubahan, ada tugas tambahan mendadak dan pastinya, tetap profesional walaupun lingkungan kantornya santai.

8. Langganan Internet

Compressed by jpeg-recompress

Source: pexels.com

Sebagai orang yang merantau, keberadaan internet bagaikan penyelamat hidup dan penghapus rasa rindu terhadap saudara dan teman di Indonesia. Kabar baiknya, internet di Malaysia jauh lebih cepat dan lancar daripada di Indonesia! Kalian bisa men-download file yang berukuran besar, nonton film seri secara online hingga tamat, puas video chat dengan siapapun dan masih banyak lagi! Begitu sampai di Malaysia, jangan lupa untuk segera langganan internet untuk handphone dan rumah kamu.

9. Cari Tahu Tempat-tempat yang Menyediakan Makanan Indonesia

Optimized by JPEGmini 3.12.0.3 0x769df764

Source: http://www.kuala-lumpur.ws/kl-top10s/5-shopping-chow-kit.htm

Banyak orang Indonesia di Malaysia, banyak juga tempat-tempat yang menjual makanan Indonesia! Selain restoran Indonesia yang terlihat jelas seperti Penyet Express, Leko dan Garuda, tempat-tempat lain agak terpencil sehingga kamu membutuhkan banyak informasi selain dari internet. Misalnya, daerah Chow Kit terkenal sebagai daerahnya orang Indonesia karena banyak orang Indonesia yang berdagang dan tinggal di sana. Kamu bisa menemukan berbagai makanan Indonesia yang enak dan murah seperti bakso, gado-gado, soto mi, rawon, kerupuk warna-warni, teh botol Sosro, dan lain-lain! Ada lagi tenda makan pinggir jalan di daerah Petaling Street yang kokinya adalah orang Indonesia, sehingga kamu bisa makan daun singkong santan, ayam cabai hijau atau lele goreng cabe merah yang enak. Mmm, jadi laper nih saya, hehe!

10. Stok Produk Berikut dari Indonesia

Source: tolakangin.co.id

Saat mau pindah ke negara lain, pasti ada rasa parno jika makanan kesukaan atau obat yang dibutuhkan enggak tersedia di negara tersebut. Jangan khawatir, di Malaysia sudah banyak produk Indonesia yang masuk seperti Indomie, Mie Sedaap dan sambal ABC botolan. Saran saya, produk-produk yang bisa kalian stok dari Indonesia adalah sambal ABC sachet (sambal di Malaysia rasanya manis semua) agar bisa dibawa kemana-mana, sambal terasi, kecap Bango, Antangin/Tolak Angin, abon, emping mentah dan rokok.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Semoga kamu semua survive dan happy tinggal di Malaysia! 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Batik Bekasi

    Batik Bekasi

    5 March 2017 at 13:45:PM

    mau hadiah 30 juta...uplod videomu ke metube en jangan lupa LIKE videoku ini ya http://www.metube.id/videos/10282416/sistick-asyik-menggelitik makacih buanyak lho...