images

okezone.com

Ilham Gunawan

Member Since 01/11/2016

Hujan dan Setangkai Hati

Selasa, 1 November 2016
Hujan dan Setangkai Hati

Hujan turun.
Entah karena langit tak memintanya tetap tinggal,
atau karena bumi yang terlalu mencintainya.
Apa kau tahu, bagaimana tidak enaknya menjadi Hujan?
Iya. Semua orang sibuk menghindar darimu.

Kelak, jika payungmu tidak pernah lagi disapa hujan,

kunjungi saja aku; tempat di mana hujan tidak pernah berhenti.

Tiap tetesnya yang jatuh melepas langit, berupa; perpisahan.
Lalu sampai ke bumi, menjadi sebuah pertemuan.

Tadinya Kupikir,
kita berdua adalah sepasang hujan.
Bertemu. Jatuh bersama. Dipisahkan angin.

Lalu, dipersatukan kembali oleh bumi; Sebagai genangan.

Sebaliknya, Kita ditakdirkan justru sebagai air mata.
Jatuh, diasingkan oleh pertemuan.

Kau bilang perasaan bisa habis.
Seperti batang rokok yang ludes dikunyah api.
Siapa peduli.
Nyatanya, dia merekat pada waktu.
Maksudku, dia tidak akan bisa habis, namun berubah.

Ternyata hujan lebih baik, setiap kepergiannya dia tinggalkan sebuah pelangi.
Tidak denganmu.

Kini,
Satu-satunya mimpi yang tersisa hanyalah tidurku.

Aku beku. Menggigil.
Tak lagi hangat sebagai dekapmu.
Bak petang yang gila kehilangan jingganya.

Barangkali bagimu aku ini kapas
yang dengan gugurmu,
menurutmu bisa membuatku terus bersemi.

Aku ini api,
yang dengan panasmu tetap membara.

Seisi kepala penuh dengan Kau.
Membeku dalam ingatan.
Membatu dalam kenangan.

Kau, yang memaksaku tinggal di sana.
Kau, yang kekal di dalamnya.

Kau; masa lalu.


Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login