images

okezone.com

wahyu siswantriyani

Member Since 24/08/2016

Lihat Demo 4 November, Semua Ingin Jadi Pahlawan Tetapi yang Seharusnya Jadi Pahlawan Mau Ditawan!

Selasa, 8 November 2016
Lihat Demo 4 November, Semua Ingin Jadi Pahlawan Tetapi yang Seharusnya Jadi Pahlawan Mau Ditawan!

Indonesia sebentar lagi akan memperingati hari pahlawan yang jatuh 10 November ini. Mungkin saat ini orang hanya mengenal pahlawan dari isi dompet mereka masing-masing. Mereka hanya sekilas melihat lembaran pahlawan-pahlawan yang berjejer di dompet mereka. Mereka biasanya tersenyum pada tanggal muda dan akan manyun pada tanggal tua. Oh apakah hanya sebatas itu memaknai pahlawan?

Pahlawan adalah orang yang rela berkorban demi bangsa dan negara, serta memiliki rasa nasionalisme. Mungkin banyak sekali pahlawan-pahlawan yang tidak termasuk dalam daftar pahlawan nasional. Mereka menjadi pahlawan tak dikenal. Mereka pun terus berjuang hingga titik darah penghabisan. Ingat pahlawan Indonesia tidak hanya didominasi orang Indonesia asli. Mereka yang suku bangsa Tionghoa atau yang biasa dipanggil Cina juga ada yang menjadi sosok pahlawan.

Misalnya Soe Hok Gie yang menentang pemerintah Soekarno maupun Soeharto yang tidak sesuai dengan nilai demokrasi. John Lie adalah salah seorang perwira tinggi di TNI Angkatan Laut dari etnis Tionghoa dan merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dikenal dengan julukan A Soldier with Bible, karena dia selalu membawa Alkitab dan sangat religius.

Nama Djiaw Kie Siong tidak begitu dikenal, sehingga tidak banyak orang yang tidak tahu bahwa dia adalah pemilik rumah di Dusun Bojong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, tempat Bung Karno dan Bung Hatta diamankan oleh para pemuda (Adam Malik, Chaerul Saleh, Sukarni) yang menculik mereka dan menuntut agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan segera.

Bagaimana dengan saat ini?

Lihatlah muncul sosok yang sangat fenomenal yaitu Pak Ahok. Dia sebenarnya layak untuk menjadi pahlawan karena telah berjasa membersihkan kali Ciliwung sedemikian kinclong. Memberikan Rusun kepada orang-orang yang tinggal di bantaran kali. Memberikan beasiswa bagi pelajar yang kurang mampu, membeli TransJakarta standar Eropa, menerpkan pelayanan satu pintu, memberikan gaji yang layak bagi tukang sapu, membangun masjid dan lain sebagainya. Lebih penting lagi tidak ada niatan korupsi dari APBD DKI!

Mengenai demo 4 November, lihatlah semua konon ingin tampil membela kebenaran, tampil menjadi sosok pahlawan. Namun, mereka masih bisa dimobilisasi. Konon mereka memiliki rasa nasionalisme tetapi kok ada ya yang mengibarkan bukan bendera Indonesia? Padahal, pahlawan berjuang keras untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Mereka bahkan ada yang melakukan tindakan anarkis. Tuntutan mereka konon ingin menawan Ahok yang menghina Al Quran padahal tidak ada niatan, tetapi agar orang memilih dengan kesadaran tidak mudah dibohongi.

Memang katanya demokrasi memberikan kebebasan beraspirasi, bukan seenak perut sendiri bahkan sampai ujungnya menghina Jokowi. Ini yang mana mau dikatakan, Ahok apa Jokowi?

Mungkin di Indonesia ini masih berlaku nila setitik merusak susu sebelangga, ya itulah karena sedikit kesalahan maka sering dibesar-besarkan (tapi Ahok sudah minta maaf) dan menutupi segala kebaikan Pak Ahok.

Semoga hukum di negeri ini ditegakkan dan mampu mengungkap kebenaran! Semoga Pak Buni Yani yang mentranskrip berbeda dari yang asli juga lebih bijak dalam menyuarakan pendapat-pendapatnya. Semoga pihak-pihak yang memanfaatkan situasi disadarkan. Semoga!

Ingatlah jasa Pak John Lie yang seorang Tionghoa, Kristen pula tetap dihormati. Oh Indonesia, mari tetap bersatu atas dasar Pancasila.

Mari kita menjadi pahlawan di bidang kita untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Jika kita bersatu, kita kuat, kita bisa membawa negara Indonesia lebih maju. 

 Sumber gambar: http://megapolitan.harianterbit.com/megapol/2016/05/21/62125/18/18/Dituntut-Mundur-Ahok-Hanya-Tertawa

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • wahyu

    wahyu

    8 November 2016 at 14:45:PM

    Maaf ada salah penyebutan nama para pemuda yang mengamankan adalah (Chaerul Saleh, Wikana dan Sukarni) terima kasih saudara Fatah Elhamdany

  • Sirat

    Sirat

    9 November 2016 at 05:33:AM

    Yang mendukung dan yang anti Abok...bersabar karena proses hukum sudah berjalan...tidak perlu memberi statement dulu.

  • اريأ

    اريأ

    9 November 2016 at 08:17:AM

    (tetapi agar orang memilih dengan kesadaran tidak mudah dibohongi.) itu yg membuat kami kesal. simak baik2 kata kata itu klo yg berpikir..kami islam..g mau ngurusin ayat2 di kitab suci kalian..knp yg non muslim mau usil ayat2 suci kami..klo kalian tidak bakal faham ayat itu dngn mengartikan sekilas...hanya di pesantren salafiah dan para kiyai yg menerangkan lbh panjang.. ingat..1000.kali manusia brbuat baik.1 kali buat kesalahan.. ttp yg di lihat lbh jelas adalah yg 1. bkn yg 1000 itulah sifat manusia..kami akui..ahok hebat.kami bangga..cm kebanggaan kami hancur dngn kesombongan nya...!!

  • anisa fatia

    anisa fatia

    27 November 2016 at 17:58:PM

    entahlah siapa yang pahlawan..