images

okezone.com

Member Since 15/11/2016

Tulisan Lainnya

Indonesiarkan

Member Since 15/11/2016

Negara dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 15 November 2016

Terorisme patah tumbuh hilang berganti, belum lagi bercampur dengan motif politik, menjadikan Indonesia semakin runyam akhir-akhir ini. Teror bom di Samarinda, yang mengorbankan seorang bocah, membuat semua orang geram dan marah. Di sisi yang lain, teror Samarinda ini dinilai berkaitan dengan konstelasi kasus penistaan agama oleh salah satu calon gubernur Jakarta. Nampaknya demo besar 4 November memrotes penistaan itu belum cukup memberi dampak agar sang penista segera dihukum.

Fenomena terorisme tidak bisa dipandang hanya sebatas persoalan ideologis semata, tetapi juga berkaitan dengan persoalan politik dan ketidakseimbangan sosiologis. Sisi ideologi hanya berperan sebagai faktor mobilisasi massa.  Situasi sosial saat ini  memungkinkan timbulnya potensi kerusuhan atau kekerasan akibat struktur sosial di mana tidak adanya saluran dan tidak adanya media untuk mengungkapkan aspirasi-aspirasi akan kasus penistaan ini.

Bangsa Indonesia yang mayoritas  Islam,  sekarang ini tengah benar-banar diuji. Dalam menghadapi kasus terorisme dan penistaan agama, bukan hanya banyak yang beda cara dan strategi, tetapi mungkin juga ada yang beda pemahaman atau pandangan. Kondisi seperti ini sering terjadi dalam kehidupan umat Islam di manapun sepanjang sejarah.

Bahkan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan melebar hingga ada yang menyuarakan pelengseran presiden. Situasi semakin liar dan jika tidak dikelola negara dapat terancam, seperti yang terjadi di Turki misalnya. Terdapat hikmah atau pelajaran yang bisa didapatkan dan menjadikan peringatan bagi umat Islam di Indonesia dari upaya kudeta Turki adalah pentingnya menjaga silaturahim antarumat Islam, dan mewapasdai perang proxy yang akan memecah belah umat Islam di Indonesia.

Sebaik-baik langkah sebagai warga negara yang baik adalah menghindari ujaran dan tindakan yang dapat saling mencedarai hati satu sama lain. Jauhi tindakan yang dapat merugikan baik umat Islam Indonesia khusunya maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.  Umat muslim tanah air juga perlu mewaspadai tindakan-tindakan yang bersifat provokatif menyangkut kasus dugaan penistaan agama.
Untuk itulah maka hukum negara diperlukan guna menghindari teror, bentrok dan gejolak sosial. Negara bertanggung jawab atas kerukunan dan persatuan masyarakat  kita. Hukum harus benar-benar ditegakkan dengan apa adanya intervensi baik politik maupun kepentingan kelompok tertentu. Jika proses berjalan dengan adil tentu semua pihak dapat menerima keputusan hukum.

T. Pujonugroho
Jalan Serayu, No.19 Madiun, Jawa Timur
tpujonugroho@yahoo.com

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Alexandra

    Alexandra

    1 December 2016 at 23:19:PM

    Haii Pecinta Sbobet, Ayo Segera daftarkan diri anda di WWW.SARANG188.NeT Dgn Ladies CS yng siap melayani anda.. Min Depo dan WD hanya 50rb, Info Kontak : PIN BB : 2BE3215C SkYPE : cs_sarang188 SMS : +85578768953 Banyak Bonus dan promo nya lho! <3 <3 :*