images

okezone.com

Member Since 22/11/2016

Tulisan Lainnya

Hendra Susanto

Member Since 22/11/2016

Peran Penting Anak DKV di Dunia Kerja

Selasa, 22 November 2016
Peran Penting Anak DKV di Dunia Kerja
Sebagai suatu profesi, desain komunikasi visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, ia harus menggunakan jasa dari bermacam-macam seniman spesialis. Spesialis-spesialis ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi); typographers (penata huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detail dan memberi instruksi kepada percetakan; illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa.



Dalam perkembangannya, desain komunikasi visual telah melengkapi pekerjaan dari agen periklanan. Tidak hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan surat kabar yang menampilkan iklan tersebut. Desainer komunikasi visual telah menjadi bagian dari kelompok dalam industri komunikasidunia periklanan, penerbitan majalah dan surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations).

Desain komunikasi visual baru populer di Indonesia pada tahun 1980-an yang dikenalkan oleh desainer grafis asal Belanda bernama Gert Dumbar. Menurutnya, desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun, seorang desainer grafis juga mengurusi moving image, audio visual, display, dan pameran sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka, dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.

Fungsi Desain Komunikasi Visual

Sarana Identifikasi
Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian juga dengan suatu benda atau produk, jika mempunyai identitas, itu akan bisa mencerminkan kualitas produk itu dan mudah dikenali, baik oleh produsennya maupun konsumennya. Kita akan lebih mudah membeli minyak goreng dengan menyebutkan brand A ukuran B liter daripada hanya mengatakan membeli minyak goreng saja. Atau, kita akan membeli minyak goreng brand A karena logonya berkesan bening, higienis, dan sehat. 

Sarana Informasi dan Instruksi 
Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala. Contohnya adalah peta, diagram, simbol, dan penunjuk arah. Informasi akan berguna jika dikomunikasikan kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat, dalam bentuk yang dapat dimengerti, dan dipresentasikan secara logis dan konsisten. Simbol-simbol yang kita jumpai sehari-hari seperti tanda dan rambu lalu lintas, simbol-simbol di tempat-tempat umum seperti telepon umum, toilet, restoran, dan yang lainnya harus bersifat informatif dan komunikatif. Harus dapat dibaca dan dimengerti oleh orang umum dari berbagai latar belakang dan kalangan. Inilah sekali lagi salah satu alasan mengapa desain komunikasi visual harus bersifat universal.

Sarana Presentasi dan Promosi
Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat, contohnya saja poster. Penggunaan gambar dan kata-kata yang diperlukan sangat sedikit, mempunyai satu makna dan mengesankan.

Umumnya untuk mencapai tujuan ini, gambar dan kata-kata yang digunakan bersifat persuasif dan menarik karena tujuan akhirnya adalah menjual suatu produk atau jasa.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login