images

okezone.com

Riski Sriwijayati

Member Since 16/12/2016

Tempuh Perjalanan Menuju Bonus Demografi dengan Pendidikan

Jum'at, 16 2016
Tempuh Perjalanan Menuju Bonus Demografi dengan Pendidikan

Indonesia diprediksi akan mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda ( anak-anak ) semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Dalam proses bonus demografi, seorang remaja dapat dikatakan siap apabila dalam masa menuju era bonus demografi , mereka sudah mempersiapkan diri dengan banyak bekal ilmu-ilmu yang mampu membangkitkan semangat produktifitas dalam diri mereka. Banyaknya timbul wirausahawan muda baru di Indonesia menjadi bukti bahwasannya usia remaja dikatakan siap apabila dalam keseharian nya banyak kegiatan-kegiatan yang mampu membawa perubahan kecil terhadap dirinya sendiri terlebih masyarakat di sekitarnya. Lalu siapkah remaja pada hari ini menjadi agent dalam menopang kesuksesan bonus demografi di masa yang akan kita dapatkan.

Gambar diatas adalah piramida penduduk Kabupaten Sampang, salah satu Kabupaten yang saat ini masih termasuk Kabupaten/Kota tertinggal (sumber : http://setkab.go.id/122-daerah-ini-ditetapkan-pemerintah-sebagai-daerah-tertinggal-2015-2019/). Dengan berbekal data diatas, maka seharusnya Kabupaten Sampang saat ini tengah memperbaiki kualitas sumber daya manusianya. Sebab, sesuai dengan prediksi dari banyak pihak bahwa tahun 2020 akan menjadi tahun Indonesia Emas sebab Indonesia memperoleh bonus demografi -BonusĀ  demografi merupakan suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan masyarakat dari sisi pembangunan karena usia produktif lebih banyak dari pada usia non produktif itu artinya beban ketergantungan akan berkurang dengan perbandingan 64 persenĀ  penduduk usia produktif menanggung hanya 34 persen penduduk usia non produktif-.

Peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui pendidikan. Mengenai relevansi pendidikan dalam arti adanya kesepadanan sebagaimana ditawarkan Djoyonegoro (1995:5) dalam bentuk link and match, pada kenyataannya pendidikan telah sesuai dengan keperluan masyarakat yang sedang membangun. Pendidikan sampai saat ini dianggap sebagai unsur utama dalam pengembangan SDM. SDM lebih bernilai jika memiliki sikap, perilaku, wawasan, kemampuan, keahlian serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang dan sektor. Pendidikan merupakan salah satu alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia. Namun kenyataannya, hingga saat ini pendidikan di Kabupaten Sampang masih harus berbenah dari awal. Dimulai dari penyediaan fasilitas sekolah yang resmi, seperti dikutip dari laman https://radarmadura.jawapos.com, Sedikitnya 300 sekolah dasar (SD) berdiri di atas tanah sengketa. Persoalan itu menjadi pekerjaan berat bagi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (Dispendaloka) Sampang. Sebab, selama setahun, dispendaloka hanya mampu membebaskan tiga lahan SD.

Sebagai contoh, dalam kasus penyusunan pembangunan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, bahkan tingkat provinsi, minimnya pembangunan sarana untuk remaja menjadi salah satu kegagalan pemerintah dalam nmenyiapkan perkembangan remaja dalam menghadapi bonus demografi. Pada unsurnya, remaja sangat dibutuhkan aspirasinya dalam menyusun sebuah pembangunan yang sedang berjalan atau dicanangkan, mengapa tidak. Indonesia melalui kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak setiap tahunnya mencanangkan program kota ramah anak yang mana setiap kabupaten/kota mencanangkan daerah mana yang akan di tetapkan sebagai daerah ramah anak. Pertanyaannya, apakah daerah itu akan bebas dari kejatahan terhadap anak ? jawabannya tidak, mengapa tidak. Pada konsepnya pencanangan tersebut hanyalah sebagai konsep pemenuhan syarat akan kemajuan sebuah instansi bukan kemajuan sistemasi keinginan masyarakat.

Jika untuk menyediakan fasilitas pendidikan saja masih harus bersengketa bagaimana generasi muda akan berkembang, sebab sekolah dasar adalah wadah awal dan penentu bagaimana kondisi daerah tersebut kedepannya. Jika anak anak dan remaja tidak bersekolah maka hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah bekerja. Namun tenaga kerja mereka akan kalah dengan tenaga kerja pendatang yang lebih berpendidikan dan berkeahlian khusus karena mereka melalui proses pendidikan atau bangku sekolah, apalagi semenjak dibangunnya Jembatan Suramadu masyarakat luar Madura lebih mudah untuk datang dan pergi dari dan menuju ke Madura. Jika sumber daya manusia lokalnya sudah kalah, maka akan terjadi kesenjangan ekonomi dan pembangunan. hal tersebut terjadi jika masyarakat Sampang yang tidak memiliki cukup pendidikan tersebut bekerja, lalu bagaimana dengan yang tidak bekerja mengingat Sampang pun akan mengalami bonus demografi beberapa tahun kedepan ?

Mereka yang tidak berpendidikan akan memiliki wawasan yang sempit, mereka yang berwawasan sempit akan selalu berpikir negatif, mereka yang selalu berpikir negatif hanya akan melakukan hal hal yang negatif misalnya menggunakan narkoba sebab Indonesia pun saat ini tengah menghadapi bahaya tersebut, dan Kabupaten Sampang yang terletak di Pulau Madura juga pasti akan terkena dampaknya jika tidak dilakukan tindakan preventif mulai saat ini. Akan banyak pernikahan dini dan pemerkosaan karena wawasan yang sempit.

Beberapa peluang tersebut tentu tidak akan bisa berjalan secara optimal jika tidak adanya keseriusan pemerintah dan penduduk negara dalam mempersiapkannya melalui faktor faktor penunjang agar terkendalinya bonus demografi sesuai yang diharapkan. Di beberapa negara yang pernah melalui bonus demografi yaitu Amerika Serikat sebagai negara adidaya dunia, Amerika sangat minim mengenai sumber daya alam akan tetapi mereka mengoptimalkan bonus demografi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan sebagai investasi jangka panjang sehingga mereka mampu menjadi seperti sekarang. Indonesia akan mampu menjadi seperti Amerika bahkan berpotensi jika mulai dari sekarang kita gencar meningkatkan kualitas pendidikan dari sistem serta sarana prasarananya hingga ke daerah pedalaman, salah satunya melalui program pemerintah wajib belajar 12 tahun diharapkan ketertinggalan mengenyam pemdidikan di daerah mampu teratasi.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Isfania

    Isfania

    16 December 2016 at 15:28:PM

    Bagus sekali untuk informasi tambahan

  • rena

    rena

    16 December 2016 at 16:48:PM

    Semoga masyarakat Sampang dan pemuda - pemudinya khususnya bisa lebih berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan pendidikan. (y)

  • reni

    reni

    16 December 2016 at 16:56:PM

    Wah Sampang deket tuh sama kota asalku... semoga tulisan anda bisa menggugah pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan disana

  • Mutiara

    Mutiara

    16 December 2016 at 17:12:PM

    Waah informasinya berguna sekali . Terimakasih :) :*

  • Syahvira

    Syahvira

    16 December 2016 at 18:29:PM

    Mantap, luar biasa :))

Previous