images

okezone.com

Member Since 01/01/2017

Tulisan Lainnya

Sitihajar Imanuddin

Member Since 01/01/2017

Remaja Makan Banyak, Lalu Merasa Bersalah? Hati-hati Binge Eating!

Minggu, 1 Januari 2017
Remaja Makan Banyak, Lalu Merasa Bersalah? Hati-hati Binge Eating!

Hai para remaja, pernah makan dalam jumlah besar, setelah itu merasa bersalah dan tidak nyaman? Perilaku itu seperti tanda-tanda Binge Eating loh! Yuk, kenali bagaimana Binge Eating Disorder pada remaja, yang katanya rentan terhadap perilaku ini!

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada periode ini berbagai perubahan terjadi baik perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial (Batubara, 2010). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja ialah penduduk dengan rentang usia 10-18 tahun, sedangkan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) remaja berusia 10-24 dan belum menikah. Remaja sangat rentan trhadap pendapat orang lain, karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri. Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image) (IDAI, 2013).

Self-image ialah bagaimana seseorang melihat dirinya dan bagaimana ia melihat persepsi orang lain terhadap dirinya, dari segi fisik maupun personaliti. Self-image pada segi fisik biasa disebut body image (citra tubuh), yang merupakan persepsi terhadap fisik diri dan bagaimana perasaan yang timbul dari persepsi tersebut. Perasaan tersebut dapat bersifat positif, negatif, ataupun keduanya dan dipengaruhi oleh diri sendiri serta lingkungan. Citra tubuh yang bersifat negatif serta faktor negatif dari lingkungan, seperti paradigma yang langsing yang cantik dapat menyebabkan remaja  berperilaku makan menyimpang, salah satunya yaitu Binge Eating Disorder (BED).

Binge Eating Disorder (BED) merupakan kelainan perilaku makan yang dicirikan dengan binge eating (makan besar) yang berulang tanpa kompensasi perilaku mengontrol berat badan yang tidak pantas. Menurut National Eating Disorders Collaboration (2016), sesorang dengan BED memiliki ciri; makan jumlah besar makanan dalam periode waktu yang singkat (contoh: dalam 2 jam), merasakan kehilangan kontrol selama makan (tidak dapat menghentikan diri untuk makan), memiliki kebiasaan makan sangat cepat, makan saat merasa tidak lapar, dan tetap makan walaupun merasa sudah kenyang sampai mereka merasa tidak nyaman, merasa bersalah setelah makan dalam jumlah banyak sehingga sering memilih untuk makan sendirian atau sambil bersembunyi. BED sering terjadi saat seseorang mengalami tekanan, marah, bosan, ataupun menjadi cara untuk mengatasi emosi yang menantang.

Tanda-tanda BED pada seseorang dapat berupa tanda fisik, psikologis, maupun tingkah laku. Tanda fisik antara lain merasa lelah dan tidur tidak nyenyak, serta merasa kembung dan konstipasi. Tanda psikologis BED yaitu terlalu fokus pada makan, makanana, bentuk tubuh, dan berat badan, ketidakpuasan terhadap tubuh secara ekstrim dan malu pada penampilan, serta tingkat percaya diri renda (low self esteem). Sedangkan tanda pada tingkah laku yaitu kebiasaan menyembunyikan makanan, menghindari pertanyaan tentang makan dan berat badan, serta erratic behavior (contoh: kebiasaan menghabiskan banyak uang untuk membeli makanan dalam jumlah besar).

Menurut perkiraan yang dilakukan oleh US Conses Bureau, International Data Base (2004) dan Tantiani (2007), ditemukan perkiraan penderita BED di Indonesia sebesar 1.669.170 orang dari populasi perkiraan sebesar 218.452.952 orang (Audreylia, 2015). Berdasarkan penelitian Hapsari (2009), dari 61 remaja perempuan pada Modeling School di jakarta, sebanyak 38 orang (58,5%) remaja mengalami perilaku gangguan makan dengan BED 3,1% (Purba, 2012). 

Perilaku BED yang dibiarkan dapat menyebabkan resiko terjadinya osteoarthritis (menurunnya kualitas sendi dan dapat menyebabkan kehilangan tulang rawan), masalah ginjal kronis atau gagal ginjal, serta tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi yang mengarah pada peningkatan resiko stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, menurut ORMAGIKA FK UB, BED harus ditangani dengan beberapa cara, yaitu terapi secara individu dan konseling dengan prikoterapis dimana orang tersebut akan mengeksplorasi kesulitan yang dihadapi dan bersiap untuk bergerak ke arah perubahan, psikoterapis sendiri melakukan pendekatan secara interpersonal sehingga seseorang dengan BED dapat sembuh dari perilaku makan menyimpang tersebut; bekerja sama dengan ahli gizi untuk mendapatkan rancangan diet yang tepat sehingga mengembalikan kesehatan dan pola makan; serta dukungan keluarga untuk memberi dorongan agar kembali kepada kebiasaan makan normal, karena keluarga mau tidak mau sebagai kelompok terdekat dengan remaja.

Selain dengan terapi dan konseling, BED dapat dihindari dengan meningkatkan rasa percaya diri, dimana salah satu faktornya ialah citra tubuh dan self-image yang positif, karena semua beawal dari bagaimana kita menilai diri sendiri. Hindari citra tubuh negatif dan mulai perilaku hidup sehat!

 

Referensi:

Audreylia, Viony. 2015. Hubungan Tingkat Stres dengan Kecenderungan Binge eating Disorder pada Wanita Penderita Obesitas. Jakarta: BINUS University. Available at: www.psychology.binus.ac.id

Batubara, Jose RL. Adolescent Development (Perkembangan Remaja) dalam Sari Pediatri, Vol. 12, No. 1, Juni 2010.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2013. Masalah Kesehatan Mental Emosional Remaja.

National Eating Disorders Collaboration. 2016. What is Binge Eating Disorder?. NEDC. Available at: www.nedc.com.au

NEDA. Tanpa tahun. Binge Eating Disorder. Available at: www.nationaleatingdisorders.org

ORMAGIKA. 2016. Banyak Makan saat Stres? Awas Binge Eating!. ORMAGIKA FK UB. Available at: www.ormagika.fk.ub.ac.id

Purba, Ria Natalina. 2012. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Makan pada Remaja Perempuan di Modeling School. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Alessandra

    Alessandra

    12 January 2017 at 21:49:PM

    <a title="Agen Bola"href="http://bandarliga.com"><strong>Agen Bola</strong></a> <a title="Agen SBOBET"href="http://bandarliga.com"><strong>Agen SBOBET</strong></a> <a title="Agen IBCBET"href="http://bandarliga.com"><strong>Agen IBCBET</strong></a> <a title="Bandar Bola"href="http://bandarliga.com"><strong>BandarBola</strong></a> <a title="Situs BOla"href="http://bandarliga.com"><strong>Situs Bola</strong></a>

  • Alessandra

    Alessandra

    12 January 2017 at 21:50:PM

    <a title="Agen Bola"href="http://bandarliga.com"><strong>Agen Bola</strong></a> <a title="Agen SBOBET"href="http://bandarliga.com"><strong>Agen SBOBET</strong></a> <a title="Agen IBCBET"href="http://bandarliga.com"><strong>Agen IBCBET</strong></a> <a title="Bandar Bola"href="http://bandarliga.com"><strong>BandarBola</strong></a> <a title="Situs BOla"href="http://bandarliga.com"><strong>Situs Bola</strong></a>

  • Alessandra

    Alessandra

    12 January 2017 at 21:50:PM

    http://bandarliga.com/ http://bandarliga.com/promogame/ http://bandarliga.com/register/ http://bandarliga.com/deposit/ http://bandarliga.com/withdraw/ http://bandarliga.com/panduanmaingame/ http://bandarliga.com/category/jadwal/ http://bandarliga.com/category/prediksi/ http://bandarliga.com/live-score/