images

okezone.com

iin Suwandi

Member Since 27/09/2016

Merekatkan Kembali Kebhinekaan

Selasa, 21 February 2017

Pesta demokrasi rakyat Indonesia yang tergelar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tanggal 15 Februari 2017 berjalan aman dan tertib di seluruh wilayah Indonesia yang melaksanakan pemilihan Kepala Daerahnya. Walaupun hasil dari masing-masing Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) belum diumumkan secara resmi  para pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak, namun dari hasil perhitungan cepat (quick count) maupun perhitungan nyata secara manual (real count)  di beberapa daerah sudah  menunjukkan hasilnya.


Pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak juga sudah mendeklarasikan kemenangannya sebagai Pasangan Kepala Daerah yang akan memimpin daerahnya lima tahun kedepan, walaupun ada daerah yang masih akan melaksanakan pemilihan putaran kedua seperti di DKI Jakarta.  


Dari 101 pemilihan Kepala Daerah, secara umum berjalan aman dan lancar, walaupun masih terjadi adanya pelanggaran maupun ketidaktertiban dalam pelaksanaan Pilkada pada hari pencoblosan, seperti dibukanya kotak suara oleh pihak yang tidak memiliki hak untuk membuka, kurangnya sosialisasi bagi pemilih yang tidak mendapatkan surat undangan sampai pada kurangnya pengetahuan para penyelenggara pemilihan di beberapa TPS (KPPS) dan beberapa insiden yang terjadi di TPS pada saat hari pencoblosan.


Semua hal tersebut adalah dinamika yang sangat mungkin terjadi walaupun pemilu langsung sudah beberapa kali terlaksana dan pihak penyelenggara Pemilu (KPU) telah melakukan evaluasi dan antisipasi. Tidak akan ada sesuatu yang sempurna walaupun sudah direncanakan dan diantisipasi.


Dari pelaksanaan Pilkada serentak kali ini, ada hal yang harus kita cermati dan berikan apresiasi yang begitu tinggi terutama kepada pihak aparat keamanan yang telah menjaga pelakasaan Pilkada serentak berjalan dengan aman, tertib dan lancar di seluruh daerah.  Eskalasi maupun atmosfir panas dalam Pilkada serentak kali ini melebihi dari Pilkada serentak pertama pada 9 September 2015 yang lalu, namun berkat kesiapsiagaan dan antisipasi yang baik dari aparat keamanan patut kita acungi dua jempol.


Panglima TNI maupun Kapolri tidak henti-hentinya mensosialisasikan dan menyerukan kepada seluruh masyarakat maupun pendukung pasangan calon untuk menciptakan suasana damai dan tidak saling membuat suasana menjadi semakin panas. Berbagai upaya dilakukan kedua petinggi TNI dan Polri tersebut untuk menyejukan suasana  sebelum, saat dan setelah masa kampanye. Upaya ini bukan hanya dilakukan pada level pimpinan kedua institusi tersebut, tetapi juga dilakukan sampai ke tingkat bawah yang ada di wilayah terkecil sekalipun.    


Kita juga patut apresiasi bersama komitmen TNI untuk bersikap netral dalam Pilkada serentak ini dan itu sudah dibuktikan oleh seluruh prajurit TNI dimanapun. Komitmen lainnya dari TNI adalah, bahwa TNI akan membantu pengamanan yang dilakukan oleh Polri dan siap mem-back-up  kekuatan Polri berapapun yang dibutuhkan untuk pengamanan Pilkada serentak ini, termasuk wilayah-wilayah rawan dan berpotensi konflik seperti di Aceh, DKI Jakarta, Banten maupun di Papua. 


Kita bersyukur bahwa antusias masyarakat dalam Pilkada serentak kedua ini begitu besar. Hal ini menunjukan kesadaran dan kedewasaan berdemokrasi masyarakat Indonesia semakin tinggi. Walaupun atmosfir rivalitas dalam Pilkada ini terasa begitu panas, namun masyarakat tetap menyikapinya dengan suasana yang teduh dan damai.


Menang dalam Pilkada bukanlah memenangkan segala-galanya, dan kalah dalam Pilkada bukanlah akhir dari segala-galanya pula. Sikap legowo dan ikhlas dalam menerima apapun hasil yang diperoleh adalah suatu hal yang paling bijaksana dalam menyikapinya. Yang menang tidak lantas jadi jumawa dan yang kalah tidak serta merta kecewa dengan melakukan tindakan berlebihan apalagi mengerahkan massa untuk bertindak anarkis. Gunakan jalur hukum yang berlaku untuk menyelesaikan sengketa Pilkada.


Kepada para pendukung pasangan calon, janganlah dukungan kepada salah satu pasangan calon membuat persaudaran dan persahabatan berubah menjadi permusuhan. Jadikanlah perbedaan pilihan sebagai perekat  kemajemukan dalam menguatkan Kebhinekaan yang selama ini kita jaga bersama.


Kepentingan bersama dalam persatuan dan kesatuan bangsa lebih diatas segalanya untuk membangun daerah dan membangun bangsa untuk mensejaterakan rakyat. Mari kita bersama merekatkan kembali persatuan anak bangsa setelah Pilkada selesai. Hapuskan segala bentuk perselisihan, perbedaan pendapat dan marilah kita ganti dengan mengawal dan mengawasi kepemimpinan kepala daerah yang terpilih dalam membangun daerahnya untuk kesejahteraan rakyatnya sesuai program-program yang dijanjikan semasa kampanye.

 

Terlebih kepada masyarakat luas, mari kita bersama dengan aparat TNI-Polri dan seluruh elemen pemerintah untuk menjaga keamanan bersama agar situasi dan kondisi yang ada tetap berjalan dengan kondusif. Dengan kondusifitas keamanan yang baik, kita berharap pembangunan akan berjalan sesuai yang diharapkan kita bersama. 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login