images

okezone.com

iin Suwandi

Member Since 27/09/2016

Senjata Dikembalikan "Bukti TNI Dipercaya"

Kamis, 23 February 2017

Beredarnya senjata api di wilayah perbatasan Indonesia kerap menimbulkan persoalan yang tak kunjung usai. Bagaimana tidak dengan memiliki senjata akan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan intimidasi kepada rakyat dan pada aparat  dalam melenggangkan aksinya demi untuk meraup keuntungan dan kepentingan kelompok.          

Kelompok yang menguasai senjata api seperti di wilayah perbatasan   Papua konon kabarnya digunakan untuk menjaga diri. Namun jika senjata itu jatuh ke tangan orang jahat pasti akan digunakan untuk hal-hal yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan bangsa dan negara.             

Kita patut bersyukur dengan adanya penugasan TNI di perbatasan seperti di Papua. TNI berhasil melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik senjata illegal sehingga pemilik senjata illegal tersebut dikembalikan kepada anggota TNI yang sedang bertugas di perbatasan Papua.         

Sebagaimana yang banyak dilansir oleh berbagai media beberapa waktu yang lalu Satgas Pamtas Yonif Para Raider 330 yang berada di Pos Bupul 13 kembali memperoleh 1 (satu) pucuk senjata api jenis Revolver beserta 1 (satu) butir munisi. Senjata api beserta munisi ini diperoleh dari salah satu warga di Kampung Kirely, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (20/2).

Perlu kita ketahui bahwa suatu daerah yang terpencil di perbatasan Papua seperti di Kampung Kirely merupakan salah satu Pos pelintas batas tidak resmi dan dulunya pernah diserang oleh OPM yang mengakibatkan hampir seluruh warganya meninggalkan tempat tinggal mereka.

Kita patut salut apa yang dilakukan oleh aparat TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Papua. Aparat tentara tersebut rutin melakukan kegiatan berupa pembersihan yang dilakukan bersama-sama dengan masyarakat di lingkungan sekitar Kampung. Sehingga masyarakat di wilayah perbatasan Papua akan menjadi daerah yang aman dari gangguan separatis yang hendak mendirikan negara dalam negara. 

Dengan adanya pengembalian senjata tersebut adalah bukti bahwa TNI di perbatasan Papua telah dipercaya sebagai aparat yang dapat mengayomi mereka. Menurut infonya kronologis penyerahan senjata ketika  pada saat kerja bakti yang dilaksanakan. Disalah satu Gereja tempat pelaksanaan kerja bakti  tepatnya di Kampung Kireli, salah seorang warga bernama Albertus didampingi oleh Kepala Kampung Kirely Wiyono mendatangi Serka Rahmat Junaedi selaku Danpos Bupul 13 dengan maksud menyerahkan sepucuk Senpi beserta munisi. 

Albertus mengungkapkan bahwa, Senjata api (Senpi) tersebut dimilikinya hanya sebatas untuk menjaga diri, bukan untuk ikut bergagung menjadi simpatisan OPM. Saat ini dirinya sudah tidak lagi membutuhkan Senpi tersebut dikarenakan sudah merasa aman dengan adanya kehadiran Satgas TNI.

Oleh karena itu kita berharap kepada aparat TNI AD yang bertugas di wilayah perbatasan agar apa yang dilakukan selama ini harus tetap dipertahankan. Yang baik tentunya ditingkatkan lagi agar simpati rakyat terus mengalir dan terus bersinergi bersama untuk menjaga perbatasan. Dukungan rakyat rakyat kepada TNI sudah pasti akan bermanfaat. Sebab jika rakyat dan TNI bersatu maka musuh akan dapat dikalahkan. Bahu membahu dalam mewujudkan wilayah perbatasan maka akan tercipta situasi dan kondisi  yang aman dari rongrongan kelompok separatis. 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login