images

okezone.com

Member Since 25/02/2017

Tulisan Lainnya

jonathan adif

Member Since 25/02/2017

Ketika Buku Harian Bercerita: Susahnya Menjadi Orang Baik

Minggu, 26 February 2017
Ketika Buku Harian Bercerita: Susahnya Menjadi Orang Baik

Namaku Rio. Waktu itu sekitar lima tahun yang lalu aku adalah siswa baru di salah satu SMA ternama di kota dan negara  yang baru saja aku singgahi. Aaku tidak mengenal siapa-siapa selain kedua orangtuaku, aku benar-benar merasakan bagaimana rasanya tinggal di negeri orang. Ayah ku adalah seorang diplomat yang harus selalu siap ditempatkan di negara manapun termasuk aku dan ibuku yang harus juga selalu siap ikut berpindah. Selama hidupku aku selalu hidup di lingkungan orang beragama dan baik, tetapi kali ini aku berada di lingkungan yang sebaliknya. Akupun seperti mendapat tantangan bagaimana menjadi domba di tengah serigala dan merubah serigala tersebut menjadi domba.

Aku ingat hari pertama aku masuk sekolah adalah hari Senin. Waktu itu kebetulan aku diantar oleh ayahku yang sekalian ingin berangkat ke kantor barunya pagi itu. Ketika aku masuk gerbang sekolah aku mulai melemparkan senyum kepada guru guru baruku dan aku pun mulai diperkenalkan kepada teman-teman baru oleh para guru piket yang saat itu berjaga.

Lalu sampai lah aku berkenalan dengan tiga orang alumni SMP sekolah itu yang paling sok jagoan dan paling menyebalkan saat itu. Mereka adalah Doni, Marcel dan Andre yang rupanya adalah temen sekelasku. Dari ketiga orang itu Marcel adalah yang paling tua dan menyebalkan dan juga ditakuti Doni dan Andre, ia sering disebut sesepuh karena paling tua padahal paling tua juga gara-gara gak naek kelas.. hahaha..

Tetapi sebagai siswa baru yang bukan alumni SMP sekolah itu aku harus bersikap baik kepada siapapun termasuk mereka bertiga walaupun aku tidak menyukai mereka sedari awal bertemu. Teman-teman perempuan di sekolah baruku pun termasuk kategori baik menurutku karna sejak pertama kali bertemu mereka, aku selalu berbincang-bincang asik sampai lupa waktu. Apa karna mereka cewe kali ya? Hahaha..

Sebulan telah berlalu akupun sudah akrab dengan suasana sekolah dan relasiku dengan guru dan teman-temanku cukup baik. Tetapi  tidak dengan ketiga orang menyebalkan itu, aku tidak tahu mengapa mereka sangat membenci aku padahal aku adalah teman sekelas mereka. Mereka selalu menganggapku sebagai orang sok suci padahal aku selalu melakukan hal benar. Sepertinya memang itu penyebab mereka membenci aku. Sekarang aku paham maksud ayahku. Ayahku pernah bilang jadi orang baik itu susah ada aja tantangannya.

Tetapi dari ketiga orang itu ada satu yang masih mau bergaul denganku, dia lah si Andre. Meskipun nilainya jelek, tukang nyontek tapi dia masih mau dibilangin tentang hal yang bener tidak seperti kedua temannya yang lain, yang keras kepala. Suatu ketika Andre bertanya kepadaku dengan gaya bahasanya, "Rio kok lu bisa bijak ama sabar gitu si jadi orang? Padahal lu dibenci ama Doni dan Marcel." Aku cuma bisa bilang biarin aja aku dimusuhi orang dan dihina orang aku hanya ingin menjadi orang baik yang katanya sangat susah untuk diwujudkan itu.

Semakin hari Andre pun sikapnya berubah dia lebih banyak bermain denganku ketimbang dengan dua temannya yang dulu. Dia banyak bertanya tentang bagaimana lingkunganku yang dulu dan sebagainya. Pokoknya dia lebih berubah dari karakternya yang dulu. Aku merasa berhasil bisa mempengaruhi hal baik kepadanya tetapi ternyata tantangan masih banyak di depan mataku yang harus dihadapi dengan segenap hati.

Akhirnya hari itu pun tiba. Hari dimana aku dihadang di gang kecil arah pulang ke rumahku oleh Doni, Marcel, dan teman-temannya yang adalah kakak kelas ku. Aku dipukuli sampai biru mata dan pipiku. Mereka bilang padaku bahwa mereka tidak menyukai aku karena selama aku ada di sana aku menjadi sangat populer di tengah anak anak perempuan dan anak-anak lainnya serta guru karena aku selalu berbuat baik. Karena teriakan mereka yang sangat besar kepadaku itu ada sekelompok polisi sedang berpatroli mendengar hal ini.

Melihat sekelompok polisi datang mereka yang memukuliku lari terbirit-birit namun akhirnya mereka berhasil ditangkap oleh sekelompok polisi tersebut. Aku merasa kasihan dengan mereka menurutku mereka hanya ingin menarik perhatian dengan menjadi bandel tetapi menarik perhatian dengan cara yang salah.

Keesokan harinya aku mendapat kabar bahwa mereka ditahan tetapi aku selalu memiliki prinsip musuh-musuhku adalah tetap sesamaku jadi aku harus tetap mengasihi mereka. Aku datang sebagai korban ke kantor polisi tempat mereka ditahan dan akupun meminta penangguhan penahanan terhadap mereka dan hanya berharap mereka tidak mengulanginya lagi.

Dari hal ini aku belajar bahwa kebaikan memang susah untuk direalisasikan dibanding kejahatan tapi kalo kebaikan dilakukan sepenuh hati dan pengorbanan pasti dapat terwujud dengan sendirinya. Aku tidak pernah menceritakan bahwa aku yang meminta penangguhan penahanan dan membebaskan mereka dan aku meminta polisi tidak memberitahunya juga begitupun juga dengan kebaikanku lainnya karena sebaiknya apa yang diperbuat tangan kanan sebaiknya tidak diketahui tangan kiri. Aku hanya memberitahu ini kepadamu buku harianku...   - Rio

 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login