images

okezone.com

Member Since 27/03/2017

Tags

Tulisan Lainnya

Syarifah Aliya

Member Since 27/03/2017

Cara Unik Petani me- replace Tanaman Kencur

Senin, 27 Maret 2017
Cara Unik Petani me- replace Tanaman Kencur

Pertanian adalah hal terpenting didalam kehidupan, karena pertanian merupakan kegiatan  memanfaatkan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan pangan serta mengelola lingkungan hidupnya. Bagian terbesar penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani, dikarenakan Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisakan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor ini memiliki arti sangat penting dalam menentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

          Pada masa era modern seperti sekarang ini, lahan pertanian semakin menipis. Daerah kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat salah satunya. Lahan pertanian di Kecamatan Cileungsi semakin menipis dikarenakan bertambahnya pembangunan perumahan elit yang dilakukan. Tetapi, walaupun lahan pertanian semakin menipis, Kecamatan Cileungsi masih memiliki beberapa lahan pertanian yng dapat diperkirakan tersisa kurang lebih 500 hektar yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Cileungsi, antara lain, Desa Jatisari, Desa Cipeucang, Desa Mampir, dan Desa Situsari.

        Pak Ita (62 tahun) merupakan salah seorang petani yang masih memiliki lahan pertanian di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Menurutnya, di daerah Desa Cipeucang ini lebih banyak bertanam tanaman biofarmaka, antara lain, lengkuas, kencur, kunyit, dan singkong. Tetapi, untuk tanaman kencur dan kunyit akhir akhir ini selalu mengalami gagal panen dikarenakan sering membusuk.  Ita sendiri belum mengetahui penyebab pasti apa yang terjadi sehingga tanaman kunyit dan kencur miliknya menjadi busuk hingga mengalami gagal panen. Ita sendiri sementara ini menyimpulkan bahwa cuaca dan kurangnya pupuk alami seperti kotoran ayam dan daun bambu yang sudah layu, tetapi menurutnya, kejadian ini baru terjadi selama bertahun tahun ia bertani.

         Busuknya tanaman kencur dan kunyit di lahan tani Ita membuat beliau memutuskan untuk menggantinya dengan tanaman pisang, seperti pisang batu, pisang tanduk,  dan pisang raja karena menurutnya tanaman pisang yang telah ia pilih cocok di tanah yang ia miliki. Laki laki yang pernah menjabat sebagai ketua RT di tahun 82 ini menjelaskan bahwa lebih baik ia menanam tanaman lain dibanding menjual tanahnya untuk pembangunan perumahan.

         Disini mah jarang ada sawah neng, tanaman sayuran juga gak ada. Ya paling kunyit, lengkuas, singkong, kencur doang. Disini banyaknya kebun dari pada sawah. Ucap Ita yang juga merupakan bapak dari 7 orang anaknya. Hasil panen yang dimiliki Ita sudah mampu membiayai 7 orang anaknya dan ia juga mempunyai warung dan rumah yang cukup besar di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Biasanya hasil panen dijual borongan , kadang konsumsi sendri. Sekarang kan udah murah kalo jual perkilo juga cuma 2 ribu, jadi jual borongan aja. Ujar Ita dengan tegas.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login