images

okezone.com

emma rahmawati

Member Since 09/04/2017

Latah Challenge

Senin, 10 April 2017

Memasuki era digital, semua manusia terhubung lewat satu perangkat elektronik yang terkoneksi internet. Apalagi dengan kehadiran beraneka ragam media sosial, dimulai dari friendster, facebook, twitter, instagram, path hingga youtube, tempat mereka mengunggah berbagi aktivitas.

Dunia maya menghadirkan sensasi tersendiri. Demam yang ditularkan menjangkit kebanyakan anak muda, bahkan artis-artis. Challenge atau tantangan, saat ini sedang menjadi trend. Mereka yang mengikuti permainan ini lalu mengunggah ke media sosial, dengan harapan menarik banyak likes dari para pengguna.

Sebut saja Manekin challenge, tantangan untuk mengikuti gaya patung dengan pengambilan gambar berupa video dan diiringi oleh musik. Ice bucket challenge, yang satu ini digunakan untuk memberikan dukungan terhadap penderita ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis, dengan menyiramkan seember air berisi es batu. Masih banyak lagi challenge hanya sekedar seru-seruan.

Belakangan ini ada satu challenge yang justru membahayakan. Skip Challenge atau Pas Out Challenge, tantangan dengan efek pingsan sementara. Padahal, kegiatan ini berbahaya bagi otak. Tekanan dibagian dada, menurunkan kadar oksigen dalam darah atau hipoksia. Bagian yang paling dahulu terkenda dampak adalah otak.  Akibatnya, penurunan kesadaran dan kejang. Bila hipoksia terjadi selama empat menit, maka akan terjadi kerusakan otak permanen.

Ketika dikonfirmasi ke salah satu siswi SMP, ternyata permainan satu ini dinilai mempunyai tantangan sendiri. Caranya pemain yang akan menjadi korban berjongkok dan menarik napas sepuluh kali, setelah itu teman-teman yang lain akan menekan dada, sampai ia lemas dan pingsan. Pingsan sendiri menurutnya tidak begitu lama, hanya lima detik. Saat ditanya apa sudah pernah ada guru yang memergoki, jawabannya belum. Walaupun dikelas terdapat CCTV, namun diruang guru monitor outputnya mati. Hanya dihidupkan ketika ada masalah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menghimbau untuk menghentikan permainan tersebut bahkan guru-guru diminta untuk lebih memperhatikan murid-muridnya.

Saat saya tanyakan perihal permainan tersebut ke sekolah saya dulu, mereka sudah mengumpulkan siswa untuk diberi himbauan dan pemahaman akan bahaya permainan tersebut. Para guru, mencoba untuk berdialog kepada murid SMA karena mereka sudah cukup paham untuk diajak berdiskusi. Mereka diberikan pemahaman bahwa, ketika akan melakukan sesuatu pastikan orang lain tidak celaka karenanya. Dan tenanglah, agar kamu tidak mencelakakan orang lain padahal kamu tidak bermaksud melakukannya.

Berita tersebut sudah banyak beredar di media, baik media massa maupun online, sudah sepatutnya orang tua dan para guru lebih memperketat pengawasan. Karena di Amerika Serikat, permainan ini sudah menelan korban jiwa. Rajin-rajin mengakses informasi lewat media massa merupakan salah satu bentuk pengawasan terhadap anak-anak.

Berikan pengertian pada anak, bahwa dengan melakukan hal berbahaya tidak juga akan dipandang sebagai anak yang istimewa. Orang tua, keluarga dan guru juga harus aktif, tidak hanya lantas melarang anak menggunakan internet. Internet tidak selamanya buruk, namun berikan pendidikan, dampak negatif dan cara bijak dalam penggunaannya. Hindari menyamakan pendidikan dan pembelajaran kepada anak dengan zaman saat kita kecil dahulu. Komunikasi dari hati ke hati merupakan cara yang ampuh untuk mendidik anak.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login