images

okezone.com

iin Suwandi

Member Since 27/09/2016

Satgas TNI AD Dapat Senapan Mesin

Jum'at, 21 April 2017

Sebagai beranda depan suatu negara, wilayah perbatasan darat merupakan cerminan dari tingkat kemakmuran suatu bangsa/negara, jika dilihat secara fisik dari luar negeri. Termasuk salah satu perbatasan antara Papua dengan negara PNG. Kehadiran satgas TNI AD di perbatasan secara jelas memperkuat tingkat kemakmuran di daerah perbatasan, akan mempunyai implikasi yang sangat positif baik bagi masyarakat itu sendiri maupun bagi pemerintah, sebagai sarana diplomasi dengan dunia internasional, terutama bila terjadi konflik dan klaim perbatasan.

Perlu disadari bahwa seringkali wilayah perbatasan merupakan wilayah yang sengaja dibelah secara kultural, dari sebuah komunitas yang berasal dari satu akar budaya yang sama oleh kepentingan dari dua negara bertetangga, atau oleh kepentingan politik pemerintah kolonial sebelumnya dalam menanamkan pengaruhnya di daerah tersebut.

Kehadiran satgas TNI AD diwilayah perbatasan Papua dengan PNG sangat strategis sebagai upaya dalam menggalang masyarakat disekitarnya. Tidak jarang penduduk di sekitar perbatasan saling melintas batas negara dengan tujuan berkunjung ke sanak keluarganya yang terpisah di negeri seberang dan bahkan saling berdagang dengan mendirikan pasar-pasar tradisional di sekitar daerah perbatasan tersebut, serta berbagai kegiatan kebersamaan lainnya antar masyarakat dari komunitas warga negara yang berlainan tersebut.

Satgas TNI AD dianggap berhasil jika ia mampu membaur dan bekerjasama dengan masyarakat  sekitarnya. Kita patut bersyukur kepada satgas TNI AD yang bertugas di perbatasan RI-PNG telah berhasil menggalang masyarakat dengan melalui pendekatan simpatik yang pada akhirnya ada warga menyerahkan senjata kepada satgas yang bertugas di pos perbatasan tersebut.

Sebagaimana yang banyak dilansir oleh media yang memuat berita tentang Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG, Yonif 122 Tombak Sakti, mendapatkan penyerahan senjata dari masyarakat di perbatasan. Satu pucuk senjata api (Senpi) yang diberikan sejumlah warga binaan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS itu, yakni Senjata Mesin Berat (SMB) jenis Browning Machine Gun (M2 Browning) kaliber 50 mm bernomor U.S. 712912 yang diproduksi Negara Amerika Serikat, Jumat (15/4) lalu.

Dengan keberhasilan tersebut telah membuktikan bahwa keberadaan Satgas TNI AD di perbatasan sangat penting. Kita bisa berbangga dengan pendekatan TNI AD yang dilakukan oleh masyarakat  sehingga ada kesadaran diri warga atas kepemilikan senjata api yang telah diatur dalam Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 untuk diserahkan kepada aparat. Dengan modal  hubungan baik dan rasa persaudaraan serta kesadaran tinggi itulah dapat membuahkan hasil sinergi yang sangat memuaskan.

Dijelaskan juga bahwa proses penyerahan senjata dilakukan secara langsung oleh salah seorang warga binaan Satgas TNI AD, pada malam hari ini pukul 18.45 WIT. Salah seorang warga binaan Muara Tami, Kota Jayapura yang tak ingin disebutkan identitasnya, malam itu mengaku, melakukan itu karena dirinya melihat  TNI AD di pos selalu datang dan berbagi kasih kepada warga sekitar.

TNI di pos yang selalu datang dan mau berbagi di kampung saya, makanya saya serahkan senjata ini kepada bapak-bapak TNI di pos, ungkap warga yang enggan beberkan namanya pada waktu itu.  Dengan keberhasilan tersebut sepatutnya kita memberi apresiasi kepada Satgas TNI AD   yang telah berhasil menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya di masa penugasan.

 TNI AD sesuai tugas pokoknya terus membangun profesionalisme dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara di wilayah daratan. Oleh karena itu, maka Komitmen TNI AD terhadap kedaulatan negara dan perbatasan yurisdiksi Indonesia adalah final, bahwa seluruh wilayah NKRI adalah harga mati yang akan dipertaruhkan dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya.

Sebagai benteng terakhir bangsa, maka TNI AD akan terus meningkatkan profesionalisme, agar menjadi tentara yang handal, disegani kawan dan ditakuti lawan, serta senantiasa mencintai dan dicintai rakyat dalam melaksanakan tugas pokoknya itu. Sehubungan dengan hal tersebut, maka upaya dalam meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AD, selain melalui pembinaan ke dalam, seperti pemenuhan Alutsista TNI AD, peningkatan pendidikan dan perubahan kultur prajurit, juga dalam menjalin komunikasi/hubungan ke luar melalui pembinaan teritorial sebagai salah satu fungsi utama TNI AD untuk menjalankan tugas pokoknya dimanapun bertugas dan berada.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login