images

okezone.com

iin Suwandi

Member Since 27/09/2016

TNI SIAP BANTU MILITER FILIPINA

Rabu, 5 Juli 2017

Menyikapi tentang wacana untuk membantu kekacauan yang terjadi di Filipina. TNI secara mental dan fisik pasti bisa. Jika dilihat dengan tempaan dalam setiap latihan TNI memiliki militansi    dapat  menyelesaikan konflik yang terjadi di Mindanau, Filipina negara tetangga kita. Sebagaimana kita pahami bersama bahwa Profesionalitas dan Militansi yang dimiliki oleh TNI memiliki tingkat yang berbeda. Namun dapat ditarik garis lurus bahwa Profesionalitas dan militansi sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi serta tujuan yang ditetapkan dalam suatu peperangan.

 

Jika melihat sejarah TNI tidak lepas dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut serta mempertahankan Kemerdekaan, Angkatan bersenjata di Indonesia atau yang kini dinamakan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan perwujudan dari situasi dan kondisi rakyat Indonesia yang memerlukan suatu organisasi yang dapat mengkoordinasikan serta melaksanakan perlawanan dengan seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh Rakyat dan Bangsa Indonesia.

 

Kondisi tersebut tidak akan pernah pudar dan terus melekat pada diri TNI dalam setiap melaksanakan tugas yang telah diperintahkan. Kasus Mindanau, Filipina misalnya merupakan suatu konflik yang memerlukan penanganan secara cermat. Dengan militansi yang dimiliki oleh TNI rakyat Indonesia yakin dan percaya kalau TNI mampu menyelesaikan misi tersebut jika dilibatkan. Apalagi beberapa waktu yang lalu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Pemerintah Indonesia siap mengirim anggota TNI ke Filipina.

 

Pasukan TNI akan dikirim jika Pemerintah Filipina meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk memerangi militan yang terafiliasi dengan ISIS di Marawi."Kami siap saja," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6) lalu. Meski Presiden Duterte telah memberi isyarat agar TNI bisa masuk. Namun, Ryamizard mengatakan harus ada keputusan dari Kongres Filipina.  

 

Pemerintah Filipina sebagaimana  yang banyak dilansir oleh media selama ini, melalui Presiden Duterte mengatakan dan berharap  agar militer Indonesia terlibat membantu. Tapi keterlibatan militer Indonesia harus ada keputusan politik dari Presiden Indonesia, begitupun keputusan politik pihak Filipina, ada presiden dan ada konggres. Jika pihak Filipina sudah memberi lampu hijau, maka keputusan Indonesia untuk terlibat perlu didasarkan kajian yang mendalam tentang segala aspek baik politik, sosial, ekonomi dan hal strategis lainnya.

 

Mengingat betapa penting dan startegisnya  militer Indonesia jika terlibat perang di wilayah negara lain yang berdaulat. Soal terorisme yang dilabelkan kepada kelompok Maute,  kita tidak serta merta  merasa  menjadikan Indonesia menutup mata untuk mengiyakan semua order operasi militer di Marawi. Jangan lupa, munculnya konflik di Marawi juga residu dari konflik panjang dari masyarakat minoritas muslim di kawasan Mindanau terhadap pemerintah pusat Filipina. Soal afiliasi sebagian faksi perlawanan ASG (Abu Sayyaf Group) di Mindanau dengan ISIS adalah isu yang terjadi belakangan.

 

Oleh karena itu,   pemerintah Indonesia perlu hati-hati dan cermat. Jangan sampai Indonesia tanpa sadar terseret konflik berkepanjangan di kawasan Asia Tenggara yang sejak lama dikehendaki kekuatan global dengan kepentingan strategis dibaliknya. Dengan demikian dari segi kesiapan TNI tidak ada masalah dalam membantu konflik yang terjadi di Filipina. Selama menguntungkan bagi negara dan bangsa Indonesia TNI pasti siap digerakkan dalam waktu 24 jam. 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login