images

okezone.com

Member Since 28/06/2017

Tags

Tulisan Lainnya

roro putri

Member Since 28/06/2017

Sekolah Full Day, Sekedar Wacana atau Rencana

Rabu, 12 Juli 2017

Sekolah Full Day, Sekedar Wacana atau Memang Rencana

 

Bagaimanakah menurut anda tentang Sekolah Full Day? Di era globalisaai ini tidak hanya persaingan di bidang ekonomi saja yang menjadi isu penting, namun juga pendidikan menjadi hal yang sangat diperhatikan. Negara kita tidak ingin ketinggalan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui progam baru Sekolah Full day (5 hari sekolah). Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy, progam baru ini dibuat untuk mengasah kinerja tenaga pengajar, yang InsyaAllah tidak membebani murid. Progam yang telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 ini telah diuji coba atas saran Presiden.

Di luar negeri seperti Jepang, Korea, Amerika dan negara-negara Eropa lainya, telah menerapkan sistem pembelajaran seperti ini. Hal ini yang membuat siswa disana menjadi lebih mandiri karena banyaknya interaksi dengan dunia luar. Namun pergaulan disana pun juga harus diperhatikan. Para siswa di negara tersebut memang memiliki kemauan yang tinggi dan daya saing antar siswa yang tidak diragukan lagi. Mereka bahkan rela bermalam di perpustakaan dan mengikuti bimbingan belajar untuk meraih nilai tertinggi. Banyak dari merekapun yang harus rela tinggal jauh dari orang tuanya dan tinggal di astrama sekolah untuk memudahkan mereka. Jadi mereka sudah terbiasa dengan panjangnya jam belajar. Bagaimana dengan Indonesia?

Mendikbud menjelaskan bahwa progam tersebut adalah progam penguatan karakter, yang berarti siswa tidak harus selalu di dalam kelas. Namun apakah sekolah-sekolah tersebut benar-benar siap? Lalu bagaimana dengan para siswa yang memiliki tempat tinggal di daerah pelosok jika diterapkan sekolah 8 jam selama 5 hari? Faktanya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan transportasi untuk menuju sekolah. Dan apabila siswa yang harus pulang pergi ke sekolah, mereka diharuskan untuk pulang lebih larut. Jika tempat tinggal mereka jauh bukankan rawan terjadi kejahatan selama perjalanan pulang? Dan jika progam tersebut benar- benar diberlakukan apakah guru dan murid siap dengan jam tambahan mereka.

Progam Full Day ini memang dibuat untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita ini. Namun alangkah baiknya jika Mendikbud mempertimbangkan hal kecil seperti transportasi, dan keamanan saat jam pulang. Pembelajaran di dalam keluarga yang berbeda dengan negara- negara asing juga bisa dijadikan pertimbangan. Di negara asing, para orang tua sudah membiasakan anak mereka untuk hidup mandiri, contoh kecilnya sejak kecil banyak dari mereka yang sudah memiliki kamar sendiri yang berarti mereka punya tanggung jawab dengan kamar mereka sendiri. Anak anak di Negara asing juga berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan usaha mereka sendiri, seperti bekerja paruh waktu dan tidak selalu mengandalkan orang tua mereka. Sedangkan di Indonesia masih banyak anak- anak yang masih belum bisa memilah mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak. Media sosial menjadi salah satu faktor hal tersebut. Mereka lebih memilih ikut Genk motor dan bolos sekolah, daripada pergi ke perpustakaan. Para orang tua yang terlalu menuruti semua permintaan anaknya juga membuat anak menjadi tidak mandiri dan perperilaku semau mereka. Contohnya mengendarai sepeda motor haruslah memiki SIM dan sudah cukup umur, namun banyak dari orang tua yang membelikan dan memberi anak mereka izin mengendarai kendaraan sendiri padahal belum cukup umur dan tidak memiliki SIM.

Sekolah full day adalah terobosan baru untuk dunia pendidikan kita, namun alangkah baiknya jika Mendikbud dan Pemerintah memperhatikan hal-hal kecil tersebut. Kesiapan sekolah, mental guru dan siswa juga orang tuanya menjadi faktor penting. Dikhawatirkan jika siswa meminta ijin berangkat ke sekolah namun mereka tidak sekolah. Kurangnya rasa tanggung jawab dan keinginan yang tinggi untuk mendapatkan prestasi terbaik dan kejenuhan bisa menjadi alasan siswa melakukan hal tersebut. Cara mengajar dari guru juga menjadi salah satu faktor keberhasilan progam ini kelak. Guru yang terlalu datar- datar saja dalam mengajar akan membuat siswa cepat jenuh, sebaliknya guru yang terlalu galak akan membuat siswa enggan mengikuti pelajarannya. Orang tua yang hanya menuntut nilai bagus tanpa adanya pengawasan terhadap anak mereka, hanya akan membuat anak tersebut tertekan. Orang tua yang terlalu membebaskan anaknya dan menuruti semua keinginan anaknya juga hanya membuat anaknya menjadi manja dan menyalahgunakan kepercayaan orang tuanya. Sekolah yang memiliki astrama dapat memudahkan transportasi siswa yang bertempat tinggal di pelosok, dan mengurangi kekhawatiran orang tua terhadap tindak kejahatan jika mereka pulang larut malam.

Banyak faktor yang akan mempengaruhi keberhasilah Progam sekolah Full Day. Maka alangkah baiknya jika Mendikbud memperhatikan faktr-faktor tersebut demi keberhasillan progam ini kelak. Dukungan dan tanggung jawab dari seluruh pihak baik dari sekolah, guru, siswa, dan orang tua sangat dibutuhkan agar progam sekolah Full Day dapat dilaksanakan dan berjalan sebagaimana seharusnya.

  

 

 

 

   

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login