images

okezone.com

Member Since 18/07/2017

Tulisan Lainnya

Dwi Sudarmawan

Member Since 18/07/2017

Tantangan Pengembangan Biofuel Di Indonesia

Selasa, 18 Juli 2017
Tantangan Pengembangan Biofuel Di Indonesia

Banyak negara telah menyadari pentingnya pemanfaatkan sumber-sumber Energi Terbarukan sebagai pengganti energi tidak terbarukan seperti minyak bumi, batubara dan gas yang telah menimbulkan dampak yang sangat merusak terhadap bumi. Dengan semakin menipisnya cadangan sumber energi fosil, maka biaya untuk penambangannya akan meningkat, yang berdampak pada meningkatnya harga jual ke masyarakat. Pada saat yang bersamaan, energi tidak terbarukan akan melepaskan emisi karbon ke atmosfir, yang menjadi penyumbang besar terhadap pemanasan global.

Di banyak daerah pedalaman di Indonesia, solusi energi tidak terbarukan belum tersedia. Karena akses ke jaringan PLN belum ada ataupun masih sangat terbatas. Daerah pedesaan ini sering menjadi tempat-tempat yang terisolasi dan bergantung kepada pemakaian energi tradisional yang tidak bisa diandalkan, seperti generator yang berbahan bakar minyak, kayu atau tabung LPG sebagai sumber energi yang digunakan untuk memasak, penerangan, serta kebutuhan listrik dasar lainnya. Solusi Energi Terbarukan menjadi jawaban terhadap permintaan kebutuhan pembangunan desa di Indonesia, serta mempromosikan solusi praktis dan berkelanjutan yang bisa langsung diadopsi oleh masyarakat pedesaan yang menjadi prioritas bagi bangsa Indonesia.

Ada beberapa alasan mengapa energi terbarukan menjadi pilihan, diantaranya yaitu: relatif tidak mahal, rendah emisi, kebanyakan tidak menimbulkan polusi dan semakin mendapatkan dukungan dari berbagai LSM untuk menggantikan solusi energi tidak terbarukan berbasis bahan bakar fosil. Banyak tantangan yang terkait dengan energi, dan salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia adalah bagaimana memperluas jaringan listrik, terutama dengan membangun infrastruktur pasokan listrik ke daerah perdesaan. Masih ada banyak daerah perdesaan yang sering mengalami pemadaman listrik oleh karena infrastruktur yang tidak memadai. Banyak tempat yang tidak memiliki akses terhadap infrastruktur listrik, sehingga masyarakat menggunakan sumber-sumber energi yang mahal dan tidak efisien, seperti lampu minyak tanah dan genset, atau kayu untuk memasak.

Oleh karena ada kekuatiran mengenai keamanan energi dan perubahan iklim, maka Indonesia berencana untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi terbarukan, yang sangat sesuai untuk dikembangkan di daerah-daerah pedesaan dan daerah terpencil. Kebijakan Energi Nasional saat ini telah menetapkan target pembangunan energi jangka-panjang, meningkatkan peran energi yang baru dan terbarukan hingga 23% dari konsumsi energi primer pada tahun 2025. Dukungan yang lebih besar dari para pemangku kepentingan dan pelaksanaan teknologi yang telah disempurnakan bisa melampaui sasaran tersebut, dimana 25% sumber-sumber energi berasal dari sumber energi baru dan terbarukan pada tahun 2025.

Mengapa energi terbarukan? Energi Terbarukan harus segera dikembangkan secara nasional, apabila tetap tergantung energi fosil, ini akan menimbulkan setidaknya tiga ancaman serius yakni:

1)    Menipisnya cadangan minyak bumi yang diketahui (bila tanpa temuan sumur minyak baru)

2)    Kenaikan/ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak,

3)    Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil.

 

Biofuel merupakan salah satu jenis energi terbarukan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Pembangunan infrastruktur biofuel dan biogas rumah tangga yang potensi produksinya mencapai 296,43 juta SBM/tahun akan sangat membantu mengurangi laju pemakaian minyak fosil tersebut. Pengembangan biofuel dan biogas di Indonesia sebagai salah satu program diversifikasi energi sebaiknya dilakukan melalui pendekatan Desa Mandiri Energi (DME) bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh infrastruktur energi dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap bahan bakar minyak dalam keperluan sehari-hari. Program DME merupakan alternatif pemecahan masalah penyediaan energi melalui pemanfaatan potensi energi setempat yang dapat mengurangi tingkat kemiskinan, memperkuat ekonomi nasional, dan memperbaiki lingkungan.

Berkaitan dengan pengembangan biofuel di negara lain, Brazil telah berhasil memproduksi ethanol dari tebu sejak tahun 1984 dan menggantikan hampir 42% kebutuhan bensin. Bahkan, pada rentang waktu tahun 2013/2014, produksi ethanol tersebut mencapai 27.500 juta liter (UNICA, 2016). Di Brazil, gasoline yang digunakan mempunyai campuran bioethanol dengan kadar 18%- 27%. Sementara itu, Amerika Serikat berhasil menjual biogasoline dengan nama gasohol dengan campuran sebesar 10% bioethanol (dari bahan baku jagung) dan 90% gasoline. Di Finlandia, biogasoline yang digunakan memiliki kadar bioethanol 5% dengan angka oktan 98. Di Jepang, sejak tahun 2005, 3% bioethanol digunakan sebagai campuran gasoline. Di Thailand gasohol 95 telah dijual sejak tahun 2006. Di Korea, penggunaan biodiesel telah dilakukan sejak tahun 2002 dan diperkirakan konsumsinya meningkat sekitar 0,5% per tahun dengan bahan baku yang digunakan sebesar 77,3% berasal dari kedelai dan sisanya berasal dari waste oil. Sedangkan, penggunaan bioethanol di Indonesia baru dimulai sejak tahun 2007, dimana bioethanol sebanyak 10% dicampur dengan premium dan diberi nama biopremium.

Jika pengembangan sumber daya biofuel tidak dikelola dengan baik, banyak dampak negatif seperti penggundulan hutan primer, konflik dengan produksi pangan dan kontaminasi sistem air alami oleh kelebihan masukan ke dalam tanah pertanian yang mungkin muncul. Juga harus mendapat perhatian khusus adalah alih guna hutan, lahan gambut, padang rumput, atau lahan basah di negara berkembang sebagai akibat dari permintaan biofuel negara-negara maju.

Beberapa usulan dalam pengembangan biofuel di Indonesia:

1.    Memperluas lahan perkebunan yang hasil produksinya khusus untuk bahan baku pembuatan biofuel.

2.    Peningkatan pengembangan industri peralatan produksi energi terbarukan dalam negeri (peralatan penyulingan biofuel) yang menggunakan produksi dalam negeri.

3.    Memberikan peran yang lebih besar pada investasi kecil dan menengah dalam produksi biodiesel dan bioethanol.

4.    Menciptakan lebih banyak Desa Mandiri Energi yang diprioritaskan pada daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau infrastruktur energi.

5.    Pembangunan industri biofuel hendaknya dapat dilaksanakan secara terpadu dengan industri hilirnya agar dapat diperoleh nilai tambah yang lebih besar dengan cara memberdayakan potensi peruntukan lahan penghasil biofuel yang luasnya sekitar 83 juta hektar.

6.    Pengurangan subsidi terhadap minyak fosil dan memberikan subsidi untuk faktor-faktor penunjang industri biofuel.

 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • update

    update

    19 July 2017 at 07:35:AM

    MAIN DI W W W . ERAQQ . C O M TDK ADA RUGINYA, AYO BUKTIKAN!! PIN BBM : 2BE32005 FB : POKER ERAQQ

  • Indobet77

    Indobet77

    22 July 2017 at 00:53:AM

    Indobet77- Minimal Deposit Rp 50.000 / Bonus Sabung Ayam 100% 6xWIN / Bonus Refferensi 5% + 2% (Seumur Hidup) / Bonus Deposit Sportbook 5% INDOBET77 -Pin BBM : 2B25AD25 | 2B4BAA08 Line : indobet77 | Whatsapp : (+62)85215859500 Minimal Deposit Rp 50.000 !!! Nikmati Promo2 Terbaik Dari Kami, Diantaranya : 1. Bonus Sabung Ayam 100% (6xWIN BERUNTUN) 2. Bonus Casino Online 100% (5xWIN BERUNTUN) 3. Bonus Deposit Sportbook 5% (TO 4X) 4. Bonus Deposit Tangkas 10% 5. Bonus Refferensi 5% + 2% (Seumur Hidup)