images

okezone.com

Member Since 29/07/2017

Tulisan Lainnya

Elisa Kusno

Malang
Member Since 29/07/2017

Kelompok KKN 63 UMM Manfaatkan Air Cucian Beras dan Serai Sebagai Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Selasa, 8 Agustus 2017
Kelompok KKN 63 UMM Manfaatkan Air Cucian Beras dan Serai Sebagai Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Masyarakat di Desa Dadapan, Kecamatan Wajak mayoritas bekerja sebagai petani sayur dan buah. Komoditas sayuran dan buah rentan terhadap hama serangga yang menimbulkan kerusakan fisik seperti buah akan rontok dan busuk, daun dan batang berlubang yang menyebabkan penurunan jumlah panen serta penolakan produk oleh konsumen. Untuk mengatasi masalah hama, petani memilih pestisida kimia yang relatif mahal dengan dosis tinggi yang justru menyebabkan hasil buah dan sayuran yang tidak sehat karena terkontaminasi zat kimia serta mencemari lingkungan. Dari permasalahan tersebut, kelompok KKN 63 (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Muhammadiyah Malang berinisiatif melakukan penyuluhan pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif  substitusi pestisida anorganik. Penyuluhan dilakukan di rumah Kepala Desa Dadapan, Bapak Abdul Malik pada 28 Juli 2017 dihadiri oleh warga yang tergabung dalam Kelompok Tani.

Apa itu pestisida nabati? Pestisida nabati adalah zat yang dapat bersifat racun menghambat pertumbuhan organisme pengganggu tanaman yang terbuat dari bahan nabati. Pestisida nabati lebih baik dari pada pestisida anorganik karena pestisida ini dalam jangka panjang tidak menimbulkan resitensi pada hama dan baik untuk lingkungan. Selain aman digunakan, pestisida nabati mudah dibuat dengan bahan limbah rumah tangga seperti air cucian beras. Siapa sangka, air cucian beras yang biasanya terbuang  memiliki manfaat tersembunyi yang dapat digunakan sebagai pestisida. Air cucian beras mengandung bakteri Pseudomonas fluorescens yang dapat menghambat perkembangbiakan bakteri pengganggu tanaman. Untuk menambah khasiat dari air cucian beras, lebih baik ditambahkan serai yang mudah didapatkan dan murah. Serai mengandung senyawa sitronela yang tidak di sukai nyamuk dan serangga. Penyuluhan pestisida nabati mendapatkan respon positif dari warga Desa Dadapan, Antusias warga yang tinggi terlihat dari semangat bertanya dan berkonsultasi akan permasalahan hama dan pestisida yang dialami. Menurut Maruf, salah satu warga yang juga anggota kelompok tani : Penyuluhan nabati yang dilakukan adik-adik KKN (Kuliah Kerja Nyata) sangat berguna bagi petani, saya tidak menyangka bahwa cucian beras dan serai yang biasanya hanya digunakan untuk memasak dapat dimanfaatkan menjadi pestisida nabati. Dengan ilmu baru ini, semoga petani disini dapat berangsur-angsur beralih ke pestisida nabati yang lebih aman. Dengan adanya penyuluhan ini, kelompok KKN 63 berharap ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat dan diimplementasikan warga, seiring dengan permintaan konsumen akan produk pertanian organik yang semakin tinggi. 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Lilis

    Lilis

    9 August 2017 at 13:47:PM

    Sangat bermanfaat... terimakasih ilmunya....

  • Novi

    Novi

    10 August 2017 at 05:44:AM

    Good job..semoga bermanfaat untuk petani di desa pengabdian..semangat