images

okezone.com

iin Suwandi

Member Since 27/09/2016

Manunggaling TNI dengan Rakyat

Kamis, 10 Agustus 2017

Kedekatan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan rakyat boleh dikatakan tidak ada sekat yang menghalangi. Terbukti beberapa dekade terakhir ini antara rakyat dan TNI telah menjadi penopang kekuatan bangsa ini. Kekuatan seperti ini tentu saja dalam upaya  untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sebagaimana kita pahami bersama bahwa bangsa ini bebas dari penjajahan dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 atau sekitar kurang lebih 72 tahun lalu. Berkat hubungan yang harmonis dan kekompakan rakyat dengan tentara mereka berhasil mengusir penjajah di bumi Nusantara ini. Sejarah mencatat, cikal bakal TNI berawal dari pembentukan wadah organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) dulu.


Lalu kemudian dari BKR berubah  menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Selanjutnya Tentara Republik Indonesia (TRI), sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947 oleh Presiden RI Pertama, Ir Soekarno.


Peran rakyat akan cikal-bakal pembentukan TNI, tentu tidak bisa dilupakan begitu saja, bahkan berkat kerja sama yang baik antara rakyat dengan TNI, bangsa ini bebas dari penjajahan, menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat sampai saat ini. "Kemanunggalan antara rakyat dengan TNI inilah yang harus tetap kita jaga, karena TNI itu sebenarnya berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,".


Untuk tetap menjaga hubungan baik, antara TNI dengan masyarakat, maka dimulailah suatu   kemitraan terencana antara TNI dengan masyarakat. Maka lahirlah gagasan TNI untuk membantu rakyat dari belenggu keterbelakangan dengan mencetuskan ABRI Masuk Desa (AMD) beberapa puluh tahun silam. 

Program AMD ini digelar di beberapa daerah di Indonesia. Lokasi yang dipilih, terutama di daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena dampak bencana. Dalam perkembangannya, nama program AMD ini berubah menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Informasi yang kami ketahui bahwa hingga kini program TMMD sudah memasuki ke 99.


Jika dilihat program TMMD  tersebut telah membuktikan bahwa TNI bukan hanya dekat dengan rakyat. Tapi antara rakyat dan TNI tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Sebab substansi tujuan TMMD  yakni membantu memajukan daerah tertinggal, serta mendekatkan hubungan antara TNI dengan masyarakat.


Oleh karenanya, dalam menumbuhkan semangat nasionalisme yang kokoh. Dibutuhkan kerja sama yang harmonis dalam membangun bangsa yang bermartabat tanpa adanya perbedaan. Apalagi sekarang pemerintah lagi memproklamirkan slogan Saya Indonesia, Saya Pancasila. Dengan slogan ini tentunya TNI sudah membuktikan bahwa antar slogan dan pembuktian di lapangan telah sejalan. Artinya perkataan yang jujur akan lahir ketulusan untuk saling mencintai sesama anak bangsa tanpa adanya skat yang menghalangi.


Apalagi sebentar lagi kita akan memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia ke 72 tahun 2017 ini. Dengan momentum  Kemerdekaan bangsa Indonbesia yang sebentar lagi kita akan rayakan membuat kita untuk saling menghormati satu dengan lainnya.  Sehingga hubungan yang emosional antara rakyat dengan TNI dan eleman lainnya harus terus terjaga dalam kelangsungan bangsa dan negara yang kita cintai yaitu bangsa Indonesia. 



Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login