images

okezone.com

Retno Suryani

Jalan Depok 1 RT 3 RW 10 Pedurungan Semarang
Member Since 29/06/2016

Dorong Produktivitas Kerajinan Kampung Seni 29 Semarang, Tim Ibm Undip Kembangkan Penggunaan Teknologi Mesin dan Website

Selasa, 29 Agustus 2017
Dorong Produktivitas Kerajinan Kampung Seni 29 Semarang, Tim Ibm Undip Kembangkan Penggunaan Teknologi Mesin dan Website

Kampung Seni 29, Palebon, Pedurungan, sebagai salah satu daerah yang menerima program kampung tematik dari pemerintah kota Semarang kembali memperoleh perhatian dan dukungan. Kali ini, perhatian dan dukungan untuk kampung tematik yang memfokuskan diri pada bidang seni dan budaya tersebut datang dari Universitas Diponegoro (Undip) melalui program Ipteks bagi Masyarakat atau IBM.

Program Ipteks bagi Masyarakat (IBM) adalah program pengabdian dosen yang didanai oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Melalui program IBM tersebut, tim dosen yang terdiri atas Alaya Fadllu Hadi Mukhammad, S.T., M.Eng., Dr. R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T., dan Arya Rezagama, S.T, M.T berupaya mendorong produktivitas kerajinan di Kampung Seni 29 melalui penggunaan teknologi mesin dan website. Dalam hal ini, masyarakat diberikan bantuan berupa satu mesin bubut kayu, mesin scroll saw, dan mesin mini grinder beserta pelatihan teknik  penggunaannya dalam proses pembuatan kerajinan. Selain itu, tim IBM ini juga tengah menginisiasi terbentuknya website sebagai media publikasi dan promosi produk kerajinan masyarakat Kampung Seni 29.

Menurut ketua tim IBM, Alaya Fadllu Hadi Mukhammad, S.T., M.Eng., pemberian bantuan mesin beserta pelatihan teknis penggunaannya ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi proses pembuatan kerajinan yang selama ini masih dilakukan secara manual dengan alat sederhana. Selain itu, bantuan mesin tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi masyarakat dalam pengembangan variasi produk kerajinan.

Dengan adanya bantuan mesin-mesin tersebut, masyarakat akan lebih bisa berkreasi. Artinya, masyarakat akan dapat membuat kerajinan yang rumit atau yang tidak bisa dikerjakan hanya dengan alat-alat sederhana., ungkap Alaya.

Sementara itu, anggota tim IBM lainnya, Arya Rezagama, S.T., M.T., menambahkan bahwa saat ini tim mereka tengah menginisiasi pembuatan website sebagai media publikasi dan promosi seluruh kegiatan Kampung Seni 29 termasuk di dalamnya produk kerajinan. Pembuatan website ini diharapkan dapat memperkenalkan Kampung Seni 29 secara lebih luas. Untuk produk kerajinan, keberadaan website sebagai media promosi diharap dapat meningkatkan daya jual.

Ke depan, kami juga akan memberikan pelatihan tentang penggunaan website kepada masyarakat Kampung Seni 29. Dengan demikian, masyarakat dapat mengoperasikan website secara mandiri dengan baik., kata Arya.

Keberadaan program IBM dari Universitas Diponegoro ini disambut dan diterima dengan penuh antusias oleh masyarakat Kampung Seni 29. Menurut Ketua RW 09 Kelurahan Palebon yang juga Ketua Kampung Seni 29, Margono, masyarakat merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh tim IBM Undip tersebut. Margono juga menjelaskan bahwa keberadaan mesin serta website telah lama diinginkan para pegiat seni dan kerajinan di kampung tematik tersebut. Karenanya, Margono pun berpesan agar masyarakat menjaga dan memanfaatkan dengan baik seluruh bantuan serta kegiatan yang ada selama program IBM tersebut. (RS)

            

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login