images

okezone.com

Purwono

Member Since 22/11/2016

Teknik Lingkungan Undip Kembangkan Teknologi Alamiah Penjamin Kompos Matang dan Stabil

Kamis, 7 September 2017
Teknik Lingkungan Undip Kembangkan Teknologi Alamiah Penjamin Kompos Matang dan Stabil

Semarang, Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di 2 (dua) tempat sekaligus. Tempat pengabdian (selanjutnya disebut Mitra) pertama yaitu kelompok tani Ngudi Makmur dengan alamat Desa ujung-ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang dan Mitra ke-2 yaitu masyarakat Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2017 dan direncanakan selesai bulan Oktober 2017. Kegiatan ini diketuai oleh Wiharyanto Oktiawan, ST, MT dan Dr. Badrus Zaman, ST, MT sebagai anggota, serta Purwono, S.Si, M. Si sebagai pembantu pengabdian.

Tema pengabdian yaitu Teknologi Alamiah (Fitoteknoligi Dan Ekotoksikologi) Penjamin Kualitas Kompos Matang Dan Stabil Produk Kelompok Tani Dan Petani Di Kabupaten Semarang Menuju Pertanian Organik Berwawasan Lingkungan. Berdasarkan kondisi real dilapangan, masyarakat memanfaatkan limbah peternakan sapi untuk membuat kompos dengan cara ditumpuk dibagian belakang kandang. Masyarakat sering mengalami permasalahan kematian tanaman sayur akibat penggunaan kompos. Menurut tim pengabdian, penyebab kematian tanaman akibat penggunaan kompos yang belum matang dan stabil. Kompos yang belum matang dapat menyebabkan ganguan perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Efek ini terjadi karena kompos yang belum matang menyebabkan aktivitas mikroorganisme tinggi sehingga menghambat penyerapan nitrogen oleh tanaman. Kompos yang belum matang juga menimbulkan senyawa fitotoksik seperti logam berat, senyawa fenolik, etilena, amonia, akumulasi garam, dan asam organik. Senyawa tersebut dapat menghambat pertumbuhan benih dan tanaman. Asam asetat merupakan senyawa yang paling berbahaya terhadap tanaman. Senyawa ini termasuk asam organik yang dihasilkan dari kompos yang belum matang. Pengujian fitotoksisitas dapat dilakukan dengan mudah menggunakan indeks perkecambahan (GI). Semakin besar nilai GI mengindikasikan penurunan fitotoksisitas dan dengan demikian produk/kompos jadi lebih matang.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat melakukan uji toksisitas secara mandiri. Metode ini cukup sederhana, tidak memerlukan peralatan utama, biaya perawatan minimal, sampel yang diperlukan sedikit (misalnya air, efluen, tanah, sedimen), tidak mengenal musim, benih bisa dengan mudah dibeli dimana-mana, benih tetap bertahan lama, dan perkecambahan cepat.

 

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada DRPM Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan DIKTI atas pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Nomor: 007/SP2H/PPM/DRPM/V/2017 (pwn)

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login