images

okezone.com

Member Since 05/12/2017

Tags

Tulisan Lainnya

Asa Pratiwi

Member Since 05/12/2017

Pergaulan Bebas Remaja

Selasa, 5 2017

Pergaulan bebas merupakan permasalahan sosial yang sudah sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan segala sesuatu yang negatif seperti, narkoba, sex bebas, tawuran pelajar, dan masih banyak lagi.

Hal-hal tersebut menyerang generasi-generasi muda di era modern ini. Permasalahan sosial ini merupakan salah satu dampak negatif yang ditularkan oleh budaya barat kepada budaya kita. Atau biasa disebut globalisasi. Di era modern ini, para remaja harus diselamatkan dari dampak globalisasi. Karena banyak sekali budaya-budaya asing yang masuk, sementara tidak cocok dengan kebudayaan di Indonesia sendiri. Kebanyakan budaya yang masuk itu melanggar aturan dan norma yang berlaku di Indonesia. Seperti contohnya yaitu, Free Sex. Merupakan salah satu kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan aturan  dan norma yang terdapat di Indonesia.

Dapat dikatakan bahwa pergaulan bebas telah menghancurkan banyak masa depan yang cerah dari generasi bangsa yang seharusnya dimiliki. Banyak kasus pencabulan yang dilakukan oleh anak remaja, seperti contoh kasus di Polda Kalteng, calon siswa Bintara Polri yang berumur 18 tahun berbuat cabul terhadap teman kenalannya di facebook yang masih berumur 15 tahun.

Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sedangkan remaja adalah individu yang masih labil, emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar.  Karena remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Seorang remaja sudah tidak dapat dikatakan sebagai anak-anak lagi, tetapi juga belum cukup matang untuk disebut sebagai orang dewasa. Mereka masih dalam proses pencarian jati diri masing-masing, namun kebanyakan dari mereka mencari dengan metode coba-coba, sehingga banyak terjadi kesalahan. Kesalahan tersebut lah yang menjadi kekhawatiran dari lingkungan sosial maupun orang tua.

Ditunjang dengan era globalisasi dan informasi saat ini, menyebabkan remaja terpancing untuk coba coba mempraktekan apa yang mereka lihat dari internet. Terlebih jika yang dilihat merupakan informasi yang tidak baik atau melenceng dari aturan dan norma di Indonesia. Seperti seks bebas contohnya, karena pengetahuan dari para remaja yang masih minim, maka mereka akan mencontoh apa yang mereka lihat tersebut. Kenyataan itu menunjukkan betapa ironisnya kondisi remaja di Indonesia saat ini.

Beberapa penyebab pergaulan bebas ini sendiri ada berbagai faktor. Bisa dari faktor lingkungan, sekolah, dan juga keluarga. Salah satu cara untuk mencegah pergaulan bebas ini adalah orang tua. Orang tua berperan besar dalam mendidik anak-anaknya, karena mulai dari rumah dan keluarga pencegahan ini dilakukan. Orang tua harus membimbing anak-anaknya untuk memilih apa yang mereka inginkan. Orang tua harus membantu anak nya agar mereka tidak merusak kehidupannya. Membangun hubungan yang baik dengan seorang anak juga bisa membantu mengendalikan ego mereka di masa-masa remaja.

Orang tua juga dapat memberikan pendidikan yang benar dan menanamkan norma agama serta norma kesopanan sejak dini kepada anak-anaknya. Sehingga ketika mereka keluar dari rumah dan berinteraksi dengan berbagai orang dengan sifat dan perilaku yang beragam, dia telah memiliki fondasi yang kuat dari keluarga dan agamanya.

Manusia adalah makhluk sosial, sehingga tidak memungkinkan bagi manusia untuk hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Begitu juga dengan para remaja, pergaulan mereka harus dibatasi tetapi bukan berarti mereka tidak boleh bergaul dengan siapa saja. Mereka memiliki hak untuk memilih dengan siapa mereka ingin bergaul, namun yang harus ditanamkan yaitu tetap harus tidak menyalahi aturan atau melewati batas-batas norma agama dan asusila.

Yang terpenting yaitu bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di masyarakat. Serta dituntut peran serta orang tua yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak itu sendiri. Dalam memperhatikan tingkah laku sang anak dalam kehidupan sehari-hari nya, memberikan pendidikan agama dan menanamkan norma kesopanan, bahkan jika perlu memberikan pendidikan seks sejak dini.

Namun bagaimanapun, permasalahan ini merupakan tugas bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Usaha pencerahan harus dilakukan dari sekarang, untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa. Supaya lebih bermoral dan bisa diandalkan demi kebaikan negara di masa depan.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login