images

okezone.com

Member Since 04/12/2017

Tulisan Lainnya

Raudha Sakina

Member Since 04/12/2017

Suka atau Sebel dengan Commuter Line Bekasi?

Rabu, 6 2017

Tak hanya Jakarta saja yang terlihat padat saat pagi menjelang, Bekasi pun begitu. Orang-orang pergi dengan tujuan dan alasannya masing-masing. Untuk mencapai tujuan, banyak orang yang membawa kendaraan pribadi dan banyak juga yang memakai tranportasi umum. Tentu banyak orang memilih transportasi yang cepat agar mereka sampai ke tujuannya. KRL Commuter Line banyak dipilih warga Bekasi sebagai transportasi mereka.

Seperti biasa, pagi ini biasanya kemacetan sudah terjadi disemua jalan ke arah Stasiun Bekasi. Kemacetan terjadi dengan berbagai alasan, entah itu karena angkot yang nge-tem sembarangan, entah itu karena jalanan yang berlubang cukup besar dan entah penduduk Bekasi yang memang padat. Stasiun Bekasi terletak di tengah kota sehingga warga dari berbagai belahan daerah Bekasi menumpuk di tengah kota. Pastinya tujuan ke stasiun untuk naik kereta bukan? Yap. KRL Commuter Line adalah salah satu tujuan para warga yang ingin sampai tempat tujuan dengan cepat dan tidak terkena macet. Saya sudah menjadi penumpang setia KRL Commuter Line sejak masih duduk di bangku SMP. Memang ada suka dan duka menjadi penumpang transportasi massa yang satu ini.

KRL ditahun 2008 sangat berbeda kualitasnya dengan sekarang berkat inovasi dari PT KAI Commuter Jabodetabek. PT KAI Commuter Jabodetabek adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengelola KA Commuter Jabodetabek. Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi masalah transportasi perkotaan yang semakin kompleks. Cepat, murah, aman, sejuk dan menghindari macet adalah alasan mengapa saya memilih KRL Commuter Line. Makin hari, PT KAI Commuter Jabodetabek terus meningkatkan fasilitas dan keamanannya sehingga para penumpang merasa nyaman selama naik KRL.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kata-kata ini cocok untuk keberadaan KRL, dengan usaha untuk meningkatkan kualitas, masih ada saja kekurangan yang dimiliki. Kerusakan pada rel terkadang terjadi di Stasiun Manggarai, Stasiun Manggaria merupakan stasiun transit terbesar se-Jabodetabek dan terjadinya kerusakan rel di Stasiun Manggarai membuat jadwal perjalanan KRL terganggu. Untuk KRL tujuan Bekasi jarang sekali terjadi kerusakan pada rel. Namun kekurangan ada dilain hal.

KRL Bekasi sering kali mengalamin keterlambatan 30 menit sampai berjam-jam. Reaksi penumpang pun bermacam-macam, ada yang kecewa dan mengeluh, ada yang panik bahkan ada yang sudah terbiasa dengan situasi tersebut. Keterlambatan KRL juga malah membuat penumpang menjadi bertumpuk dan saat satu kereta dengan 12 gerbong sudah memasuki stasiun, itu pun masih membuat para penumpang berdesakan. Para penumpang langsung menyerbu gerbong dengan terburu-buru. Mengapa terburu-buru? Tidak munafik memang jika banyak yang ingin mendapat tempat duduk dibandingkan harus berdiri berdesak-desakan. Biasanya hal itu terjadi di gerbong wanita yang berada di gerbong paling depan dan paling belakang kereta. Tidak tanggung-tanggung, para penumpang saling dorong untuk mendapatkan tempat duduk, bahkan saat pintu KRL baru saja dibuka dan penumpang di dalamnya belum turun, biasanya hal ini yang dilakukan ibu-ibu Bekasi yang tenaganya bisa diacungi jempol, jadi jika ada yang cidera karena aksi dorong-mendorong di KRL itu sudah biasa. Tak hanya itu, KRL Bekasi sering sekali mati listrik. KRL yang sedang melaju kencang tiba-tiba berhenti mendadak dan membuat lampu, AC, hingga layar LED mati.

Stasiun Bekasi sering sekali dikatakan jauh. Mengapa? padahal KRL tujuan Stasiun Bekasi hanya melewati 7 stasiun diantaranya Stasiun Jatinegara, Stasiun Klender, Stasiun Buaran, Stasiun Klender Baru, Stasiun Cakung, Stasiun Kranji dan sampai di Stasiun Bekasi. Yang membuat Stasiun Bekasi terkesan jauh adalah kecepatan tempuh kereta itu sendiri. KRL Bekasi kurang cepat lajunya padahal stasiun yang dilewati hanya sedkit. Dibanding dengan KRL tujuan Bogor yang laju keretanya lumayan cepat padahal stasiun yang dilewati lumayan banyak.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login