images

okezone.com

Ine Aisyah

Member Since 30/11/2017

Liburan Ku , Tolong Jangan Ganggu

Selasa, 19 2017
Liburan Ku , Tolong Jangan Ganggu

Siapa sih yang nggak suka berlibur dan jalan-jalan disini? Pasti semua orang suka liburan, karena liburan seperti sudah masuk kedalam list keperluan kita. Apalagi pergi bersama orang-orang yang kita sayang seperti keluarga atau teman, pasti liburan terasa makin seru ya!

Sekitar tiga tahun yang lalu, tepatnya diawal masuk perkuliahan, saya menemukan sosok sahabat sekaligus partner dalam segala hal yang kebetulan kami memiliki banyak persamaan. Salah satunya, hobby keluyuran.

Semua berawal dari kami berdua yang gagal berangkat ke Dieng, Wonosobo. Padahal hari itu semua sudah fix dan benar-benar hanya tinggal berangkat. Masalahnya ada di orangtua, tiba-tiba orangtua kami mendadak minta untuk keberangkatan sore itu di batalkan karena ada something yang bikin mereka khawatir.

Kalau ditanya, Bete nggak?. Wah, bete nya sampe ubun-ubun guys. Tapi balik lagi ke orangtua, karena kan ridho Allah adalah Ridho orangtua. Jadi daripada kenapa-kenapa di jalan, mending dibatalkan aja.

Malam itu juga, kami berdua berencana untuk ke Bandung. Posisinya, kami berdua belum pernah ke Bandung waktu itu. Pernah, tapi pas masih kecil.

Dengan modal nekat beserta izin dari orangtua, dua hari kemudian kami berangkat naik bus MGI dari terminal Depok. Perjalanan kurang lebih tiga jam, kami sampai di terminal Leuwipanjang, Bandung.

Sampai di terminal dengan pede dan sok tahunya dong, kami berdua naik angkot. Dengan modal bertanya sama Bapak penjaga toilet umum, akhirnya kami naik angkot dan sampai di penginapan yang kami sudah pesan sebelumnya.

Setibanya di penginapan, kami istirahat sebentar kemudian membuka list tempat mana saja yang akan kami kunjungi. Pertama kami berniat untuk ke Farm House, karena setelah lihat di instagram sepertinya asik juga untuk di kunjungi. Kedua kami berencana untuk foto di Hotel GH Universal, tujuannya biar dapat spot foto ala-ala di Eropa gitu deh. Dan yang terakhir, kami berniat untuk mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. Haji Juanda.

Oke, kami pun siap-siap untuk berangkat dan memesan taksi online. Setelah sudah dapat taksi online nya, first impression kami pas naik mobil, kami berdua berbarengan tatapan muka sambil berbisik ganteng hehehe, yah namanya juga wanita kan.

Dijalan menuju Farm House, ternyata kami duluan lewatin Hotel GH Universal. Sehingga dapat gambaran nantinya pas akan ke tempat itu. Gambarannya adalah, naik angkot. Ya jelas dong, daripada naik taksi online, selagi ada angkot dan hemat budget yah mending naik angkot.. Ehehehe..

Sampai di Farm House, kami membeli tiket seharga Rp. 25.000,-. Dan yang bikin enak, tiketnya bisa di tukar susu sehat, seger lagi

Setelah puas berkeliling, kami berjalan mencari angkot untuk menuju ke GH Universal. Pas di angkot, percakapan kami saat itu adalah kita turunnya agak jauhan aja ya biar nggak ketauan naik angkot. Masa ke hotel bintang lima naik angkot, hahahaha.

Setelah turun dari angkot, ada sekitar 4 orang mba-mba yang juga turun di tempat yang sama. Lagi-lagi, kami dengan pede dan sok asik menyapa mereka. Dan ternyata mereka juga sama seperti kami, dari Jakarta dan pengen foto-foto disitu. Dari situ akhirnya kami dapat teman baru. Mereka ternyata adalah suster muda yang bekerja di RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Hari sudah mulai gelap dan kami kembali ke penginapan. Tapi bukan naik angkot, naik taksi online dong. Soalnya nggak ada angkot untuk ke penginapan saat itu. Ada tapi rumit jalurnya, daripada nyasar, kami memutuskan untuk naik taksi online saja.

Sesampainya di penginapan kami berdua kelaparan, dan memutuskan untuk mencari makan di sekitar penginapan. Dan kami memilih menu ayam penyet untuk makan malam.

Ketika hendak balik ke penginapan, pas kami sedang asyik jalan kaki sambil bercanda, tiba-tiba ada sesosok laki-laki kira-kira berumur 27 tahunan ikut tertawa di belakang kami. Kami pun terkejut dan langsung lari. Karena ternyata laki-laki itu adalah orang yang hilang kewarasannya (orang gila). Untungnya laki-laki itu nggak ikutan lari.

 

Hari terakhir di Bandung, tujuan kami adalah Taman Hutan Raya (tahura) Ir Haji Juanda. Tiba di tahura kami memilih untuk bersantai menyewa hammock yang terdapat di dalam tahura. Setelah itu kami berjalan kedalam untukmencari jembatan gantung. Karena penasaran dengan jembatan gantung yang bawahnya terdapat kali yang lumayan deras, sepertinya seru.

Banyak tukang ojek yang menawarkan ojek ke jembatan gantung. Sempat sok menolak dan milih buat jalan kaki, tapi ternyataengap juga. Sampai akhirnya ada satu tukang ojek yang setia mengikuti kami berdua dan tanpa menyerah , menawarkan jasanya. Neng percaya sama saya, jalan kaki teh nggak bakal nyampe. Sebulan lagi baru nyampe, naik ojek saya aja nih. Sok berdua 70 rebu aja.

Setelah diskusi, akhirnya kami menerima tawaran ojek tersebut. Ohiya, namanya Kang Aloy. Kami naik motor Kang Aloy gonceng tiga, ternyata benar kata Kang Aloy, jauh dan jalannya becek.

Disitu Kang Aloy ngasih bonus ke tempat-tempat yang juga ada di dalam tahura.

Saking serunya bermain di tahura, kami hampir lupa jadwal kereta pulang ke Jakarta. Untungnya setiba di stasiun, kereta belum berangkat.

Bandung ternyata nggak kalah asyik sama daerah-daerah lain. Tapi bukan berarti nggak akan datengin tempat lain juga, hehehe.

Nah, tepatnya Agustus lalu, saya dan sahabat saya memutuskan untuk berlibur lagi. tapi bukan ke Bandung lagi melainkan ke Jogja!

Tadinya sih pengen pergi berdua lagi, tapi akhirnya kami memutuskan untuk mengajak dua orang teman kami.

Kami berangkat dari stasiun Pasar Senen menuju stasiun Lempuyangan. Singkat cerita, setibanya di stasiun Lempuyangan kami semua tidak tahu ingin kemana. Posisinya saat itu kami belum dapat tempat menginap.

Kembali lagi dengan ilmu sok tahu dan rasa percaya diri saya dan sahabat saya, kami berdua mengusulkan untuk jalan kaki ke Jalan Malioboro. Iya guys, jalan kaki. Bermodalkan google maps, kami jalan kaki dan sampai di Jalan Malioboro. Lumayan sih jauh, apalagi buat yang nggak biasa jalan kaki. Pasti gempor emang.

Ternyata sepanjang perjalanan, salah satu teman saya asyik mengabarkan teman lamanya. Dan akhirnya teman lamanya menyusul kami ke Malioboro. Kami berkenalan, dan kembali mendapat teman baru.

Odi namanya. Odi baik sekali, dia menawarkan untuk tinggal dirumahnya selama kami di Jogja.

Selama di Jogja kami menyewa motor untuk transportasi selama disana. Tempat yang kami kunjungi antara lain yaitu Bukit Panguk dan Pantai Gesing.

Ketika hendak ke Pantai Gesing, hari itu sudah hari ke enam kami di Jogja. Yang artinya, keuangan sudah sangat amat tipis dan harus menghemat.

Perjalanan menuju Pantai Gesing sangat amat jauh dan tidak ada sinyal. Melewati kebun hingga kuburan.

Tapi sesampainya disana, pemandangan yang diberikan sangat tidak mengecewakan. Kami tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Memutuskan untuk makan siang di rumah makan yang ada disana.

Alhamdulillah, makanannya enak banyak dan murah. Sehingga kami tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk makan siang.

Setelah kenyang kami mulai bermain di pantai. Cuaca sangat panas saat itu. Tapi kami tidak peduli saking asyiknya. Pantainya sepi, serasa milik pribadi.

Tak terasa hari sudah mulai sore, tak terasa juga seketika kulit langsung hitam.

Kami menyaksikan para nelayan melawan ombak untuk pergi menangkap ikan. Di pinggir pantai, kami melihat beberapa ikan kecil segar yang baru mati terhempas ombak.

Kami menikmati angin laut sore itu, kemudian pulang kerumah.

Keesokan harinya kami menyambung perjalanan kami lagi.

Untuk ke Bukit Panguk, kami harus bangun pagi-pagi buta supaya dapat menyaksikan sunrise. Jalanan yang kami lewati penuh dengan bebatuan yang bikin encok pinggang dan sakit punggung.

Tapi kembali lagi ke prinsip saya dan sahabat saya, bersusah-susah dahulu, dapet spot bagus kemudian.

Ternyata sampai di bukit panguk pukul setengah enam pagi dan sudah cukup ramai orang disana. Pemandangannya indah sekali. Terdapat banyak spot foto di Bukit Panguk, ada yang gratis dan ada yang bayar.

Di Bukit Panguk, kami tidak berlama-lama karena takut ketinggalan kereta. Karena sebelumnya kami ketinggalan kereta, sehingga memutuskan untuk menambah waktu liburan kami ke Bukit Panguk dan Pantai Gesing.

Kami berangkat dari stasiun Lempuyangan pukul 14.00 sampai di stasiun Jatinegara tengah malam dan tidur di tangga pinggir rel kereta.

Ini nggak bohong, kami benar-benar tidur di tangga oren yang biasa digunakan untuk turun dari kereta. Pengguna KRL pasti tau tangga yang saya maksud.

Selama tidur, suara klakson kereta yang membuat sakit telinga terdengar banyak sekali. Ditambah lagi angina kencang dari kereta yang lewat.

Ya begitu lah jadi backpacker, berlibur dengan budget tipis namun seru. Berkenalan dengan orang-orang baru di tempat yang bukan daerah kita. Sangat seru!

Hikmah yang bisa diambil dari pengalaman saya adalah jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Jangan takut selagi megang duit sama pulsa! Hahaha. Dan satu lagi, ingat bersusah-susah dahulu, dapet spot bagus kemudian!

Selamat berlibur!

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login