images

okezone.com

Member Since 20/01/2018

Tulisan Lainnya

Arista Katri

Member Since 20/01/2018

Penyakit Ini Tak Kalah Berbahaya Dari Difteri

Senin, 22 Januari 2018
Belakangan ini difteri menjadi topik hangat dalam dunia kesehatan di Indonesia. Pasalnya, banyak daerah di Indonesia melaporkan wabah ini. Difteri itu sendiri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini menular dan termasuk infeksi yang serius. Selain difteri, ada penyakit lain yang wajib untuk diwaspadai. Kalau difteri itu disebabkan oleh bakteri dan menular, lain halnya dengan penyakit yang satu ini. Lupus, tak banyak yang tahu tentang penyakit berbahaya yang satu ini.

Apa itu lupus? kenapa dikatakan berbahaya?

September 2017 kemarin, penyanyi sekaligus aktris cantik Selena Gomez, mengejutkan para penggemarnya dengan mengunggah foto dirinya sedang berbaring di sebuah rumah sakit bersama dengan temannya di instagram pribadinya. Selena ternyata sedang menjalani transplantasi ginjal. Dirinya harus menjalani transplantasi ginjal dikarenakan lupus yang di deritanya. 

Lupus atau SLE (Systemic Lupus Erythematosus) dalah penyakit autoimun kronis yang dapat merusak bagian tubuh manapun (kulit, sendi, dan / atau organ tubuh). "Kronis" berarti tanda dan gejala cenderung bertahan lebih lama dari enam minggu dan seringkali selama bertahun-tahun.

Pada lupus, sesuatu yang terjadi biasanya akibat virus, bakteri, dan kuman ("penyerbu asing," seperti flu). Biasanya sistem kekebalan tubuh kita menghasilkan protein yang disebut "antibodi" yang melindungi tubuh dari penyerbu ini.

"Autoimunitas" berarti sistem kekebalan tubuh Anda tidak dapat membedakan antara penyerang dan jaringan sehat tubuh Anda ("auto" berarti "diri"). Akibatnya, ia menciptakan autoantibodi yang menyerang dan menghancurkan jaringan sehat. Autoantibodi ini menyebabkan peradangan, nyeri, dan kerusakan di berbagai bagian tubuh. Lupus sendiri tidak menular, karena lupus disebabkan oleh antibodi sendiri.

Ada 3 gejala utama yang umumnya terjadi pada penderita lupus, yaitu:

1. Rasa lelah yang ekstrem. Inilah gejala paling umum pada SLE yang sering dikeluhkan para penderita. Rasa lelah yang ekstrem sangat mengganggu dan menghambat aktivitas. Banyak penderita yang menyatakan bahwa gejala ini merupakan dampak negatif terbesar dari SLE dalam kehidupan mereka. Melakukan rutinitas sehari-hari yang sederhana saja dapat membuat penderita SLE sangat lelah. Rasa lelah yang ekstrem tetap muncul bahkan setelah penderita cukup beristirahat.

2. Ruam pada kulit. Yang menjadi ciri khas SLE adalah ruam yang menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu. Bagian tubuh lain yang mungkin ditumbuhi ruam adalah tangan dan pergelangan tangan. Ruam pada kulit akibat SLE dapat hilang atau membekas secara permanen, terasa nyeri dan gatal dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari.

3. Nyeri pada persendian. Gejala utama lain dari SLE adalah rasa nyeri. Gejala ini umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki penderita yang biasanya memburuk di pagi hari. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Tetapi SLE umumnya tidak menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian. Itulah yang membedakan SLE dengan penyakit lain yang juga menyerang persendian.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login