images

okezone.com

Member Since 14/01/2018

Tulisan Lainnya

Sherlita Anggrayeni

Member Since 14/01/2018

Apa yang harus dilakukan jika kerabat anda mengalami gangguan mental?

Senin, 22 Januari 2018

Penyakit mental di Indonesia masih terdengar tabu. Tidak sedikit orang yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental, namun tidak banyak orang yang tahu masalah kesehatan mental bisa menjadi penyakit jiwa. Banyak yang beranggapan bahwa penyakit mental itu sama dengan gila dan dianggap sebagai suatu hal yang memalukan. Itu mengapa banyak orang yang takut untuk sekedar mengakuinya karena masyarakat mengganggap hal ini sebagai suatu stigma yang tidak enak untuk diceritakan kepada orang lain. Parahnya diIndonesia penyakit mental ini sampai dijadikan meme. Penyakit mental adalah masalah medis yang bisa menyerang siapa sajaOrang awam sering berkata bahwa orang dengan gangguan mental hanya ada didalam pikiran saja, tetapi ternyata hal ini adalah nyata sama halnya seperti penyakit lainnya. Ada gangguan fungsi otak dan perubahan anatomi otak saat kesehatan mentalnya terganggu. Ini yang menghasilkan penurunan dari kemampuan kognitif, afektif atau relasionalindividu dan sering mengakibatkan seorang penderita tidak sanggup bahagia, sering menangis dan mati rasa. Berikut beberapa hal yang harus dilakukan jika kerabatmu mengalami gangguan mental.

 

1Mengurangi pandangan negatif terhadap para penderita gangguan mental.

Perilaku negatif dari masyarakat dan stereotip bahwa penderita gangguan mental merupakan seorang yang berbahaya semakin mempersulit penderita untuk dapat menerima penanganan yang sesuai dan menghambat proses adaptasi penderita. Berbagai kondisi tersebut membuat para penderita semakin merasa terisolasi sehingga para penderita merasa tidak layak untuk hidup dan memilih untuk melukai diri sendiri bahkan bunuh diri. Sebagai sesama manusia sebaiknya kita menyadari danmampu menerima bahwa para penderita juga merupakan seorang yang layak untuk mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai. 

 

2Dibutuhkan kepekaan kepada si penderita.

Banyak orang yang kurangnya kesadaran akan penyakit mental.Saat orang itu ingin cerita dengan mudahnya mereka merespontanpa memikirkan dampak bagi si penderita seperti "kamu kurang ibadah" "kamu kurang piknik" "kamu terlalu mikirin" "aku juga punya masalah lebih berat dari kamu tapi aku nggak papa tuh" "masa gitu aja nggak kuat". Inilah mengapa banyak orang yang lebih memilih diam dan menarik diri dari pertemanan. Penyakit mental itu sulit untuk diatasi dan dikendalikan. Penderita pun sebenarnya menyalahkan diri sendiri karena terjatuh kedalam penyakit mental ini. Sulit untuk hidup bagi para penderita pada saat banyak orang tidak menganggap penyakit mental adalah kelainan medis.

 

3Mengajak kerabat untuk berkonsultasi ke psikolog, psikiater ataupun mental health care. 

Jangan diam sendiri dan jangan dipendam sendiri. Jika kamu sudah mencoba menyembuhkannya sendiri dan belum berhasil. Cobalah akui ke teman terdekatmu yang sekiranya mengerti apa itu penyakit mental atau bagaimana caranya menghadapi orang yang mengalami penyakit mental ini. Tetapi jika kamu khawatir orang-orang disekitarmu tidak mengerti tetaplah cari pertolongan. Pergilah ke psikolog atau psikiater. Jangan malu untuk cari bantuan dan memilih untuk datang ke dokter adalah pilihan paling tepat karena banyak penderita penyakit mentaldiluar sana diperlakukan tidak semestinya seperti dipasung.

 

 Menjadi pendengar yang baik untuk si penderita

Menyediakan waktu untuk mendengarkan dengan tulus.Daripada menjudge, lebih baik kalian memberikan pelukan, atau sekedar temani dia dan menjadi pendengar yang baik "akhir-akhir ini kamu terlihat murung, bagaimana kabarmu?"dan buatlah situasi senyaman mungkin supaya mereka ingin berbagi denganmu. Berilah mereka semangat "kamu punya arti tau buat aku". Kamu juga bisa memberi support atau dorongan supaya mereka mau mencari pertolongan karena penyakit mental adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus. 

 

5Perkaya diri soal penyakit mental dan tetap berpikir positif. 

Beberapa orang tidak tahu bahwa ada link yang menghubungkan kesehatan mental dengan kesehatan fisik. Link tersebut telah menjadi fokus penelitian mendalam selama bertahun-tahun dan menunjukkan bahwa hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan fisik memang ada.  Mengingat banyak pula riset yang mengatakan bahwa sebagian besar masalah kesehatan fisik berakar pada masalah mental. Oleh karena itu, kita harus memperkaya diri kita dengan mengedukasi bagaimana pentingnya kesehatan mental supayapenderita penyakit mental di Indonesia berkurang.

 

 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login