images

okezone.com

intan ekawati

Member Since 25/01/2018

Kenali dan Lestarikan Batik Indonesia

Rabu, 7 February 2018

Pakaian yang bercorak ini tentunya sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Dari tulis hingga printing. Dari lokal maupun internasional.

Peninggalan nenek moyang masyarakat Jawa ini sudah diresmikan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi.

Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Bukan hanya orang Jawa, kain batik kini sudah dipakai oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Batik dianggap sebagai pakaian resmi yang cocok dipakai dalam acara apapun.

Sejak Abad ke-17 Masehi, corak batik dilukiskan pada daun lontar dan papan rumah adat Jawa. Awalnya, pola atau motif batik hanya didominasi oleh gambar tanaman atau binatang.

Para pengrajin corak batik juga masih sangat terbatas jumlahnya. Mereka hanya membuat corak batik sebagai wujud pelampiasan hasrat seni yang dilakukan untuk mengisi waktu luang.

Pada masa Kerajaan Majapahit, batik mulai diperhatikan. Motif abstrak, motif candi, awan, wayang beber, dan lain sebagainya mulai dikembangkan. Penulisan batik pun mulai ditujukan pada media yang berbeda.

Kain putih atau kain berwarna terang menjadi pilihan utama. Sebab dianggap lebih tahan lama dan dapat digunakan untuk pemanfaatan yang lebih banyak.

Proses pengerjaannya, dalam pewarnaan pun masih menggunakan bahan pewarna alami yang dibuat sendiri menggunakan tanaman seperti daun jati, mengkudu, pohon nila dan soga. Sedangkan untuk bahan sodanya, para pembatik masa itu menggunakan soda abu dan tanah lumpur.

Penggunaan kain batik yang sebelumnya terbatas, hanya ada di lingkungan keraton, lambat laun mulai dikembangkan oleh rakyat jelata. Hal ini membuat corak batik kian beragam sesuai dengan minat dan jiwa seni para pembuatnya.

Di era sekarang, batik bukan hanya dikenal sebagai corak pakaian semata. Berbagai pernik pelengkap penampilan dalam kehidupan sehari-hari seperti tas, sepatu, dasi, hingga helm, juga sudah menggunakan batik sebagai motifnya. Bahkan, pakaian sekolah dan kedinasan pun menggunakan motif ini sebagai pilihan utama.

Akankah anak cucu kita dapat mengenal batik nantinya?

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login