images

okezone.com

Dila Rahmat

Member Since 17/10/2017

Bantuan Indonesia ke Masyarakat Palestina

Kamis, 22 February 2018
Bantuan Indonesia ke Masyarakat Palestina

Yordania saat ini menjadi rumah bagi tiga hingga empat juta pengungsi Palestina, dan Suriah yang terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka. Lebih dari 120.000 pengungsi Palestina dari Suriah (PRS), telah melarikan diri dari negara Suriah, termasuk sekitar 17.000 ke Yordania.

Kamp pengungsi Palestina di al-Buqah, terletak di Barat Laut ibu kota Yordania, Amman, sekitar 22 km ini, didaulat sebagai kamp pengungsian terbesar  sepanjang sejarah, untuk pengungsi Palestina yang berada di luar negara mereka. Banyak PRS di Yordania menghadapi bahaya, dan eksistensi terpinggirkan karena status hukumnya yang tidak pasti dan mekanisme perlindungan sosial yang terbatas, membuatnya sangat bergantung pada UNRWA untuk kebutuhan dasar mereka.

Pada tanggal 30 Januari 2018 lalu Negara Yordania mendesak masyarakat internasional agar mendukung seruannya untuk memperoleh dana. tujuh miliar dolar AS dari 2018 sampai 2020. guna membantu menangani krisis pengungsi Palestina/Suriah di kerajaan tersebut.

Dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Imigrasi Swedia Helene Fritzon, Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Internasional Yordania Imad Fakhoury mendesak negara donor agar mendukung seruan tersebut, yang secara resmi dikeluarkan oleh Yordania pekan ini.

Berkaitan dengan hal ini Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina  melalui   KBRI Yordania-Palestina, telah melakukan terobosan dan aktivitas dengan berbagai macam cara untuk membantu meringankan beban para pengungsi ini. Salah satu nya dengan melibatkan NGO/LSM Indonesia yang ingin membantu Negara Yordania, dan UNRWA dalam menanggulangi permasalahan Pengungsi Palestina di Yordania, khususnya dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Pada tanggal 7-17 Februari 2018 melalui KBRI Amman, Organisasi Pramuka melalui  Kwartir Nasional  Gerakan Pramuka yang diwakili oleh Kak Zarkasih dan kak Eko, telah mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi Palestina dan Suriah. 
Bantuan yang didistribusikan tersebut diantaranya berasal dari Darrut Tauhid Peduli, yang turut datang ke Yordania dan diwakili oleh Sdr. Hendra Irawan/ Direktur Marketing Komunikasi Darrut Tauhid.

Dalam proses pendistribusian dibantu pihak KBRI Amman Yordania dan HPMI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yordania. Selama kegiatan, pendistribusian bantuan ini sudah dilakukan sebanyak empat kali.

Pertama, di kamp-kamp pengungsian Suriah di Provinsi Mafraq Yordania, di daerah kamp pengungsian masrouf dan kamp pengungsian huwaizah. Kedua, di kamp pengungsian Palestina di Provinsi Zarqo, dan kamp-kamp pengungsian Suriah. Ketiga, di kamp-kamp pengungsian Palestina di Provinsi Jerash, dan kamp-kamp pengungsian Gaza. Keempat, kamp-kamp pengungsian Palestina di sekolah penampungan UNRWA,  di Kota Amman.

Jenis bantuan yang diberikan berupa satu unit ambulance/mobile clinic untuk para pengungsi Palestina. Lalu ada paket bantuan musim dingin berupa selimut dan lain-lain untuk 100 keluarga Palestina. Paket school kids untuk anak-anak Palestina sebanyak 100 paket, dan bantuan obat-obatan untuk klinik-klinik kesehatan Palestina. Selain itu, paket bantuan makanan untuk 550 keluarga pengungsi Palestina dan Suriah sejumlah kurang lebih satu ton, yakni beras, gula garam, minyak goreng, keju, susu, teh, mie instan, roti, coklat, biskuit, tepung gandum, kacang-kacangan, nilai total bantuan dalam rupiah lebih dari 1 miliar rupiah.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login