images

okezone.com

Member Since 08/03/2018

Tulisan Lainnya

yumeida

Member Since 08/03/2018

Women’s March, Ketika Wanita Bersuara

Kamis, 8 Maret 2018

Pada 3 Maret lalu telah diadakan acara bertajuk Womens March Jakarta 2018. Ribuan masyarakat khususnya perempuan yang peduli ikut hadir dengan harapan suara perempuan dan segala hak nya bisa terpenuhi dengan baik. Dalam acara tersebut setidaknya terdapat 8 tuntutan yang nantinya diharapkan bisa membuat perempuan hidup sejahtera. Tuntutan tersebut yaitu tuntutan menghapus kebijakan yang diskriminatif, pengesahan berbagai hukum dan kebijakan, menjamin dan menyediakan akses keadilan dan pemulihan bagi korban kekerasan, menghentikan intervensi negara terhadap tubuh , penghapusan stigma dan diskriminasi berbasis gender, menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender, mengajak masyarakat untuk tidak melakukan praktik kekerasan dan tuntutan untuk menyelesaikan akar kekerasan berbasis gender.

Ada yang menarik ketika acara tersebut berlangsung. Alih alih menyuarakan tuntutan, beberapa poster yang mereka bawa malah berseberangan dengan apa yang mereka rencanakan. Beberapa poster malah bertuliskan bahwa mereka mendukung LGBT, mengkambing hitamkan laki-laki atas segala pelecehan tehadap perempuan, dan yang lebih parahnya lagi mereka menyinggung salah satu praktik agama Islam yaitu mengenai menutup aurat. Uniknya, mereka sangat berbangga ketika menunjukan poster tersebut ke khalayak umum yang bahkan menjadi viral di media sosial. Padahal isi kandungan dari poster tersebut sangatlah keliru jika mereka sedikit saja mempelajari sebenarnya apa faedah menutup aurat. Tak bisa dipungkiri bahwa apa yang mereka pahami akan isu kesetaraan gender ini masih bias.

Perempuan dan laki-laki bahkan jika dilihat secara fisik dan psikis sudah tercipta dengan bentuk yang berbeda. Maka tidak akan pernah bisa sama dalam segala hal. Adalah sebuah pelanggaran jika hukum alam ini berubah. Jika mereka menuduh agama Islam itu tidak adil dalam memperlakukan perempuan, berarti mereka tidak mengetahui bahwa dalam Islam kewajiban yang ditanggung oleh perempuan dan laki-laki itu sama. Mereka setara dalam hal menjalankan perintah Allah. Mereka tidak dibedakan berdasarkan gender pada hal tersebut. Maka jelas, bahwa tuntutan yang mereka suarakan itu sebenarnya sudah memiliki solusi. Tidak perlu dipermasalahkan lagi karena agama Islam telah menawarkan cara yang bisa memenuhi semua tuntutan itu.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login