images

okezone.com

Rosse Hutapea

Member Since 25/04/2016

Instalasi Bentang Bayangan Sebuah Kritik Kepekaan Nurani Pengguna Jalan

Kamis, 26 April 2018
Instalasi Bentang Bayangan Sebuah Kritik Kepekaan Nurani Pengguna Jalan

Kreatifitas dalam menyampaikan suatu pesan melalui sebuah media baik itu gambar, model, maket atau prototype, merupakan bagian dari ilmu yang dipelajari mahasiswa Arsitektur UPH dalam mata kuliah Studio Dasar Desain 2. Mata kuliah ini menugaskan mahasiswa untuk mampu mengaplikasikan kreatif seni rupa dan relevansinya serta dampaknya pada arsitektur. Selain itu mahasiswa mampu mengaplikasikan kreatif dari proses desain pada proyek studio desain dalam upaya melakukan konseptualisasi dan representasi.

 

Studio bukan hanya sebagai tempat untuk bekerja, akan tetapi studio juga dapat menjadi tempat untuk berekspresi. Hal ini yang dilakukan oleh anak-anak dari mahasiswa angkatan 2017 yang membangun sebuah instalasi dan diaplikasikan di area publik.

 

Salah satu project Studio Dasar Desain 2 yang menarik adalah instalasi Bentang Bayangan yang berlangsung pada Selasa, 17 April 2018, di sepanjang ruas zebra cross yang ada di depan kampus UPH Lippo Village Karawaci.

Instalasi ini cukup sederhana, berupa bentangan kain putih 1.5m x 20m. Kain putih dalam pengertian seni adalah sebuah wujud dari imajinasi HATI NURANI.  Konsep ini memunculkan ruangan yang membentang panjang diantara zebra cross,  sebagai imajinasi dari bentuk 3 dimensi dari zebra cross, jelas  JoshMike, mahasiswa Arsitektur UPH 2017 yang juga ketua kelompok ini.

 

Ternyata lewat instalasi tersebut, kelompok mahasiswa ini mermaksud menyampaikan  kritik terhadap kurangnya kepekaan orang Indonesia dalam menekan ego mereka di jalan raya salah satunya dalam menggunakan maupun merespon rambu lalu lintas zebra cross.

 

Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan, dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm, dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm. Pejalan kaki yang berjalan di atas zebra cross sudah seharusnya mendapatkan perioritas terlebih dahulu.

 

Prakteknya, masih banyak masyarakat kita yang tidak memahami fungsi zebra cross. Tidak usah jauh-jauh, berdasarkan pengamatan pada zebra cross yang ada di depan kampus UPH Lippo Village beberapa kali nyaris terjadi kendaraan yang hampir nyerempet penyebrang jalan. Padahal jelas ada lampu merah dan hijau yang mengatur giliran pengguna jalan.

 

Melalui Instalasi Bentang Bayangan, kelompok mahasiswa ini membangun imajinasi dari HATI NURANI. Tujuannya untuk mengingatkan mereka saat akan melanggar lalu lintas.

Jadi tujuan aksi kami adalah untuk kembali menyadarkan para pengendara bermotor untuk lebih peka pada lampu lalin (lalu lintas)  dan mereka lebih patuh pada hitungan mundur waktu lampu lalin seperti layaknya hati nurani, jelas  JoshMike.

 

Atraksi yang dilakukan oleh 16 mahasiswa ini ini berlangsung sebanyak 10x setiap 3 menit selama 1 jam. Setelah melewati beberapa kali atraksi baru kelihatan hasilnya. Kelihatan dari para pengendara yang dengan sigap dan tertib berhenti saat instalasi "hatinurani" dibentangkan. Sementara para penyebrang jalan juga mulai tertib dengan berjalan di atas zebracross  dan tidak sembarangan menyebrang. Bukan hanya itu, dari bebrapa komentar penyebrang yang melintasi zebracross dalam bentang bayangan, mereka mengaku merasa memiliki privasi dan keamanan yang terjamin. 

 

Ternyata project ini tidak hanya membuat mahasiswa paham teori dan konsep tetapi juga mendorong mereka untuk kreatif dan peka terhadap isu-isu disekitarnya yang dapat disentuh oleh ilmu Arsitektur. 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login