images

okezone.com

Dika Suryadi

Member Since 07/06/2017

Ramai di Medsos! Seorang Pria Tertangkap Basah Lecehkan Siswi SMA di Kereta

Rabu, 16 Mei 2018
Ramai di Medsos! Seorang Pria Tertangkap Basah Lecehkan Siswi SMA di Kereta

Ada yang rame dijagad social media sekarang. Cerita tentang seorang siswi SMA yang mengalami pelecehan seksual saat berada dalam kereta, dan yang melakukannya usianya sudah seperti pamannya sendiri.

Kisah ini sudah dishare sebanyak 3000x dan lebih dari 800 orang menyampaikan kekesalannya lewat emoticon di facebook. 

Berikut detailnya:

Pada hari Senin (19 Maret 2018), pukul 19:21, saya mendapat kabar dari V, kerabat dekat saya (nama asli disamarkan), bahwa dirinya telah dilecehkan secara seksual oleh seorang laki-laki di dalam KRL Commuter Line rute Klender - Cikarang, pada saat perjalanan pulang sekolah dari Jakarta Timur.

Untungnya, pelaku langsung ditangkap oleh 2 (dua) orang saksi. Pada saat kereta berhenti di Stasiun Cakung, tersangka langsung dilaporkan dan dibawa ke security. V yang masih gemetar dan menangis juga diminta untuk turun dan menenangkan diri. Berdasarkan kesaksian korban dan 2 (dua) orang saksi, berikut kronoginya:

V yang masih duduk dibangku SMA (Jakarta Timur) hendak pulang ke rumah (Cikarang) dengan menaiki angkutan umum (KRL Commuter Line). Petugas kereta menyarankan V untuk masuk di gerbong yang tidak khusus wanita dikarenakan gerbong khusus wanita tersebut sudah penuh (gerbong yang dimaksud petugas pun juga sudah ramai penumpang). V tetap masuk gerbong yg disarankan petugas. 
V berdiri di dekat pintu, dikelilingi oleh para penumpang lain. Pada saat pintu tertutup dan kereta berjalan, V merasa ada yang menaikkan bagian belakang bawah jacketnya. Karena curiga, V menengok ke belakang dan mendapati seekor makhluk hina buruk rupa.

Um, seorang laki-laki yang sedang kaget lalu menurunkan tangannya. Venus membuat ruang sedikit untuk memajukan posisi berdirinya agar sedikit menjauhi laki-laki tersebut.
Tetapi laki-laki tersebut ikut maju. Laki-laki hina itu menaikkan bagian belakang bawah jacket V lagi dan kali ini dia sampai meraba-raba bagian resleting rok sekolah! V mulai sadar atas apa yang terjadi tetapi ia hanya bisa diam mematung dikarenakan shock dan menangis pelan.
Aksi laki-laki hina itu tidak sampai disitu. Dia menurunkan resleting rok sekolah Venus dan memasukkan tangannya ke dalam rok sekolah V lalu meraba-raba (maaf) pantat V.
Kejadian tersebut berlangsung agak lama sehingga tangisan V makin kencang. 2 (dua) penumpang di dekat V yang dari awal telah melihat kejadian tersebut dengan jelas langsung menangkap pelaku. Awalnya tersangka tidak mengaku, (sampai membawa-bawa nama Allah). 
Anywayyy, V yang sudah geram langsung membentak pelaku. Akhirnya pelaku, korban, dan 2 (dua) orang saksi turun di Stasiun Cakung untuk melaporkan perkara.
Sesampainya di pos security Stasiun Cakung, tersangka masih tidak mengakui perbuatannya. Pada saat seorang kerabat dekat Ayah dari V datang (yang adalah seorang Polisi), tersangka lalu bersujud-sujud meminta maaf.
Maafin saya, Pak. Saya khilaf...
Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya, dan diminta untuk menuliskan surat pernyataan yang menjelaskan perbuatannya.

   

Setibanya saya dan kakak-kakak V di Stasiun Cakung, kami meminta tersangka untuk dilaporkan ke pihak berwajib. Disitulah Istri dari pelaku (membawa 2 putra-putrinya yang masih kecil-kecil), Kakak Kandung dari pelaku dan juga Si Pelaku meminta (sambil menangis, memohon-mohon) untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan saja. Cuih, tidak sudi! Serangga cabul hina macam itu harus dimusnahkan secepatnya!

Sesampainya di Polsek Cakung, pelaku, saksi dan korban langsung dipersilakan masuk ke sebuah ruangan untuk dimintai keterangan. Saya, kakak-kakak dari V, Istri dan anak-anak pelaku dan juga kakak kandung dari pelaku menunggu di luar.
Pada saat pelaku mau dibawa ke ruangan, dia sok ngobrol sama petugas kepolisian, menunjukkan hp-nya, pokoknya bilang dia kenal orang dalam untuk menyelamatkan dia gitu deh. Lalu pacarku (lupa bilang kalau saya juga mengajaknya) teriak, bilang, Pak, awas, Pak! Itu dia pelaku pelecehan seksual! Jangan dekat-dekat! Nanti digrepe juga! Polisi-polisi disitu langsung pada ngejauhin si pelaku dan ngetawain.

Lanjuttt. Si Istri masih saja bikin drama, nangis-nangis, sujud-sujud, meminta kami untuk mengampuni perbuatan suaminya. Kami geram, sampai kakak pertama dari V membentak, Bu, kalau misalnya anak Ibu yang perempuan ini dilecehkan secara seksual sama orang, Ibu marah nggak?! Lalu si Ibu jawab, Ya, marah, sih... Terus kicep, deh.

Beberapa jam kemudian, polisi mengatakan bahwa bukti dari hasil Visum kurang jelas. Tidak terdapat lecet atau memar, dan juga bekas sidik jari dari si pelaku sangat tipis. Jadi kesimpulannya, kasus pelecehan seksual ini tidak dapat dikasuskan! Alias, si pelaku dapat bebas!
Kami tetap tidak terima. Lalu petugas kepolisian menyarankan untuk menjalankan Sanksi Sosial saja, agar si pelaku malu, menyesal dan jera, perbuatan pelaku diumumkan di daerah tempat tinggalnya dan menerima sanksi dari warga atau RT dan RW setempat.

RT dan RW dari tempat tinggal pelaku diminta untuk datang dan membawa stample (sah) RT & RW. Ternyata dari keterangan RT & RW, si pelaku ini jarang bersosialisasi, cenderung menutup diri. 

Lalu akhirnya si pelaku diminta untuk membuat surat pernyataan yang menjelaskan perbuatan hina dia, ditandatangani di atas materai oleh dirinya, V (korban), dan 2 (dua) orang bapak-bapak RT & RW lalu di stampel. Surat pernyataan asli disimpan di Polsek Cakung, dan foto copy-an berwarna (diperbanyak) dan dipegang masing-masing (pelaku, korban, saksi-saksi, Bapak RT & Bapak RW, security Stasiun Cakung).

Sudah, deh. Pelaku bebas, deh! Dia bisa mencari mangsa lagi, deh! Horeee! Yuk, tumpengan!

Yang paling bikin gondok adalah si Istri masih ragu, masih bertanya-tanya apakah suaminya beneran bersalah atau tidak. Berkali-kali ngomong ke suaminya, Kamu beneran ngelakuin nggak, Mas? Terus yang bikin gondoknya lagi, si pelaku jawab, Enggak...

Idihhh! Hati-hati dibohingin, Bu! Istrinya bilang mereka punya 3 anak. 2 cewek, 1 cowok. Anak yang paling besar (cewek) sama seperti V, masih SMA tetapi di pesantren, jauh.

Haduh, coba cek anak perempuannya, Bu! Siapa tau udah diapa-apain juga sama suami Ibu! Ih, amit-amit.

Saya share ini hanya untuk (tidak lain dan tidak lebih) ingin memberitahukan kepada masyarakat, terlebih kepada warga sekitar si pelaku tinggal, agar waspada dengan orang hina ini. Dikarenakan pelaku bebas, dan masih bisa berkeliaran mencari korban baru! Mohon berhati-hati juga untuk para pengguna KRL Commuter Line.

sumber facebook Jessica Asriyanti Chaniago


Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login