images

okezone.com

Anindi

Member Since 26/02/2018

Bikin Merinding! Berikut Pesan Terakhir Para Pembunuh Berantai Sebelum Dieksekusi Secara Sadis

Senin, 21 Mei 2018
Bikin Merinding! Berikut Pesan Terakhir Para Pembunuh Berantai Sebelum Dieksekusi Secara Sadis

Tindakan kriminal yang merugikan masyarakat bisa mendatangkan hukuman penjara sementara, seumur hidup, bahkan jika sudah keterlaluan, mendapat hukuman mati.  Meski hukuman mati masih kontroversial karena tidak manusiawi, Tapi nyatanya masih lebih banyak negara yang mendukung metode tersebut.

Hukuman mati pun ditujukan terhadap para kriminal berat. Dan biasanya sebelum dieksekusi, mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan terakhirnya. Dan berikut rangkuman dari akun instagram darksideofdimension2 mengenai pesan para pembunuh berantai yang sebelum mereka dieksekusi secara sadis. Beberapa pembunuh menunjukan penyesalan tapi banyak juga yang tidak menyesal.

1. "Aku bertobat, tapi aku tidak takut dengan kematian."
Fritz Haarmann: Memperkosa dan melakukan pembunuhan terhadap 600 orang pria. Dieksekusi dengan alat pemenggal kepala.

2. "Beritahu aku. Setelah kepalaku dipenggal, apakah aku masih bisa mendengar, setidaknya sejenak, suara darahku sendiri mengalir dari leherku? Itu akan menjadi sebuah kenikmatan terakhir bagi segala kenikmatanku.

Peter Krten: Diketahui sebagai The Vampire of Dusseldorf, karena telah memperkosa, membunuh dan meminum darah dari hampir 60 orang. Dieksekusi dengan alat pemenggal kepala.

3.  Let's do it.
Gary Gilmore: Pembunuhan. Ditembak mati.
Apakah kalian familiar dengan slogan di atas? Ya, Nike memang terinspirasi dari eksekusi mati ini untuk pembuatan slogannya. Agak mengerikan saat tahu kebenarannya bukan?

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login