images

okezone.com

Robby Wijaya

Member Since 30/06/2018

Raih Medali Emas Tingkat Internasional, Perangkap Hama Ngengat Diproduksi Massal Oleh Mahasiswa Malang

Sabtu, 30 Juni 2018
Raih Medali Emas Tingkat Internasional, Perangkap Hama Ngengat Diproduksi Massal Oleh Mahasiswa Malang

Pernah meraih Medali Emas tingkat Internasional di Malaysia pada tahun 2017, Portable Moth Atractor Technology (P-MOAT) dilanjutkan pada tahap produksi masal oleh lima mahasiswa Universitas Negeri Malang. Ketua Tim, Robby Wijaya mengungkapkan terciptanya alat ini berawal dari permasalahan yang didapatkan dari studi lapangan pada salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur, yaitu Probolinggo. Sepulang dari sana, Robby dkk mendapatkan permasalahan yang kemudian menjadi alasan terciptanya P-MOAT.

kalau pada umumnya produk itu tercipta hanya lewat sebuah inovasi, beda halnya dengan P-MOAT yang tercipta karena ada sebuah permasalahan dan ingin menciptakan inovasi produk yang bermanfaat dan dapat diterima masyarakat,jelas Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif ini.

P-MOAT memang sengaja diciptakan sebagai perangkap hama ngengat pada bawang merah, lanjutnya, tapi tidak menutup kemungkikan bahwa produk ini nantinya akan melebarkan sayap merangkap hama ngengat disektor lainnya.

P-MOAT tidak berhenti sampai pada tahap ide saja, Robby melanjutkan jika P-MOAT telah dikembangkan sampai tahap prototype dan di ikutsetakan pada beberapa perlombaan karya tulis ilmiah mulai dari tingkat nasional hingga internasional. sebelum di ajang IDRIS Malaysia, P-MOAT pernah juara 1 tingkat Jawa Bali lomba cipta elektronika di Universitas Negeri Jember, juara 2 SCIENTIST in Action tingkat Nasional di ITS Surabaya dan kemudian meraih medali emas di Malaysia, sambungnya.

P-MOAT sendiri bukan alat perangkap hama ngengat bawang merah satu-satunya yang pernah ada.  Menurut Robby, sebelumnya petani telah memiliki alat serupa akan tetapi masih memiliki banyak kelemahan dan tingkat  efektifitas yang masih rendah. berdasarkan wawancara yang saya lakukan, petani itu menggunankan listrik PLN sehingga biaya operasional meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan bersih. Selain itu, penggunaan air sebagai media penjebak juga kurang efektif karena masih besar kemungkinan hama yang tertangkap lepas,sambung ketu tim PKM Kewirausahaan ini.

Kelemahan-kelemahan itulah yang dijadikan oleh mahasiswa bimbingan Dr. Hj. Widiyanti M.Pd ini dimanfaatkan sebagai kelebihan dan akan diperkenalkan ke Petani Bawang seluruh Indonesia. Menggunakan lampu LED dan juga batrai sebagai sumber listrik membuat alat ini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terhadap petani. Selain itu, menggunakan sistem Lampu Tabung Lem (LaTaLe) menjadikan produk ini memiliki tingkat efektifitas 40% lebih baik berdasarkan uji coba yang mereka lakukan.

Berdasarkan kajian yang cukup mendalam, maka P-MOAT akan diproduksi masal yang kemudia akan diperkenalkan kepada Petani Bawang Merah sebagai inovasi teknologi yang memiliki tingkat efektifitas dan efisiensi lebih baik. Dengan demikian, diharapan penggunaan P-MOAT mampu mengoptimalkan panen bawang merah diseluruh indonesia.

Menurut Robby, produk akan diperkenalkan melalui media sosial dan juga website yang telah dipersiapkan. media yang kita miliki saat ini yaitu instagram @p_moat, facebook Portable Moat dan juga website www.pmoat.com,pungkasnya.

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login