images

okezone.com

Firza Arief

Member Since 18/12/2015

Grab Indonesia Suspend Penumpang, Kok Bisa?

Senin, 30 Juli 2018
Grab Indonesia Suspend Penumpang, Kok Bisa?

Di zaman modern ini kehidupan manusia tidak bisa jauh dari smartphone yang bisa mengakses internet. Mulai dari bangun tidur sampai ingin kembali tidur, smartphone selalu dalam genggaman. Mungkin smartphone akan terlepas ketika waktu tidur.

Kenapa hal itu terjadi karena semua serba online, salah satunya seperti moda transportasi online yang bersaing cukup ketat antara Go-jek dengan Grab Indonesia. Kedua perusahaan tersebut menyediakan angkutan online mulai dari angkutan sepeda motor sampai dengan taksi online.

Saya menggunakan Grab Indonesia karena ada beberapa faktor yang menunjang dibanding kompetitor, salah satunya OVO yang terdapat dalam aplikasi Grab. Dengan menggunakan OVO, maka penumpang akan mendapatkan potongan yang cukup menggoda.

Singkat cerita, suatu hari saya ingin berangkat kerja dan ketika melakukan pesanan menggunakan aplikasi Grab, ada informasi bahwa akun saya di suspend. Saya bingung, karena posisi saya disini bukan driver yang melanggar aturan perusahaan itu sendiri. Saya sebagai penumpang kenapa di suspend.

Ternyata bisa untuk melakukan permohonan untuk suspend saya dicabut, akhirnya saya mengisinya. Dan dapat balasan dari pihak Grab bahwa berdasarkan pertimbangan mereka, permohonan saya tidak bisa di approve. Jadi akun saya tetap di suspend dengan saldo OVO yang masih tersisa.

Lalu apakah ini cara Grab untuk mendapatkan keuntungan, dengan cara men-suspend akun customer yang tidak ada dalam perjanjian dan terdapat saldo OVO yang masih menyangkut didalam?

Jika melihat data dari ilmuOne Data dengan sumber data yang diperoleh dari comScore. Pengguna Grab di Indonesia mencapai 8,6 juta pengguna. Jika di analogi kan, 20% dari jumlah pengguna terkena suspend yang masih menyisakan saldo OVO Rp 2.000,-. Maka OVO dan Grab mendapatkan uang sebesar Rp 3.440.000.000,-. Total yang cukup fantastis, itu hanya sekedar analogi ya, bukan hitungan pasti. Mungkin sebagai pengguna kehilangan uang Rp 2.000,- itu kecil, tapi untuk sebuah corporate itu sangat menguntungkan.

Saya harap Grab Indonesia tidak seenaknya untuk melakukan suspend kepada penumpang, karena tidak ada aturan hitam diatas putih antara perusahaan dengan perorangan (customer atas nama Firza Arief).

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login
  • Rifki

    Rifki

    31 July 2018 at 03:46:AM

    Yaelah masalahin yg 2000.. Eh bang lo mikir gak kalo lo lg pake aplikasi trus argo lo di atas 10.000 n lo gak bayar alias 0 rupiah.. Ko lo gak komplen.. Dasar susah muke gratisan.. Akun grab penumpang lo bsa di suspen it karna komentar driver.. Misal lo bawel,banyak mau,minta masker n haircup,tp gak ngasih tips.. Nah driver jga bsa ngajuin lo komplain.. Supaya driver gak kena orang kaya lo.. Jd driver aman kaga di susppend

  • Agus Simamora

    Agus Simamora

    31 July 2018 at 07:01:AM

    Itulah Aplikator Grab.,beda bangat dengan Pesaingnya. Aplikator Grab., Si driver dapat memberikan keluhan dan penilaian terhadap penumpang. Sedangkan pesaingnya., Memperutung kan penumpang tanpa ada penilaian dari driver. Sehingga sidriver dgn mudah di suspen . Penumpang dapat untung banyak, Saya sangat lebih setuju akan kebijakan aplikator Grab. Karena tidak 1 keperpihakan.,dan ga mau merugikan sidriver dan penumpang. Kadang kita dgn seenaknya meminta sidriver mampir sebentar di Alfa,dipasar dls.Kadang kita membuat si driver menunggu kita lama.,karena bawa barang belanjaan.,titik penjemputan dan penyelesaian tidak sesuai dgn yg di aplikasi driver dan penumpang. Mari kita bijak menjadi menyikapinya.

  • Wisnu

    Wisnu

    31 July 2018 at 11:20:AM

    Menanggapi komentar dari saudara @rifki. Ini bukan masalah soal Rp.2000 karna itu hanya contoh,karna kalau saldo masih banyak di akun pengguna apliksi siapa yang untung jika tidak ada refund dari grabpay by ovo??? Trus masalah tarif yg Rp.0 salah pelanggan??? Toh itu yg menentukan tarif dari Grab,jadi gak usah sok menjadi pihak yg benar kalo sampai kepelanggan saja sudah tidak tepat waktu sesuai estimasi di aplikasi... Pelanggan juga gak akan komplain kalo drivernya bener,udah foto sama orangnya beda trus kendaraan beda sama yg di aplikasi...kan ketahuan akun boleh beli kalo kayak gitu

  • Wisnu

    Wisnu

    31 July 2018 at 11:20:AM

    Menanggapi komentar dari saudara @rifki. Ini bukan masalah soal Rp.2000 karna itu hanya contoh,karna kalau saldo masih banyak di akun pengguna apliksi siapa yang untung jika tidak ada refund dari grabpay by ovo??? Trus masalah tarif yg Rp.0 salah pelanggan??? Toh itu yg menentukan tarif dari Grab,jadi gak usah sok menjadi pihak yg benar kalo sampai kepelanggan saja sudah tidak tepat waktu sesuai estimasi di aplikasi... Pelanggan juga gak akan komplain kalo drivernya bener,udah foto sama orangnya beda trus kendaraan beda sama yg di aplikasi...kan ketahuan akun boleh beli kalo kayak gitu

  • Tahrodin

    Tahrodin

    31 July 2018 at 12:15:PM

    Mnanggapi komn sdr Wisnu gk ush bwa2 driver beda,flat nomr beda,yg pnting pnmpang sdah di antr amn nyamn,slamt mpai 7an,ok

Previous