images

okezone.com

Ilham Nur Hidayatullah

Member Since 29/04/2017

Konstitusionalisme Mencegah Timbulnya Otoritarianisme

Rabu, 3 Mei 2017

Setiap manusia mempunya naluri untuk berkuasa, naluri itu bisa dilihat didalam tingkah laku manusia itu sendiri, dari mulai dia ( manusia ) merencanakan, memerintah, mengatur dan mengendalikan. Tingkah laku itu menunjukan bahwa manusia mempunyai naluri untuk berkuasa. Walapaun wujud dari penguasaan itu mempunyai ruang lingkup yang berbeda, dari mulai ruang lingkup yang kecil sampai ruang lingkup yang besar.

Naluri manusia untuk berkuasa bisa berimplikasi positif, memberikan kesejahtraan dan kemakmuran pada yang dikuasainya. Bisa juga sebaliknya berimplikasi negetif, bertindak sewenang-sewenang dan semaunya yang berakibat kepada pendiritaan orang-orang yang berada dibawah kekuasaannya.

Implikasi negatif itu muncul dikarenakan terlalu lama berkuasa. Mengutip pernytaan  Lord Acton Manusia yang berkuasa cenderung untuk menyalah gunakannya, akan tetapi manusia yang mempunyai kekuasaan absolut sudah pasti akan menyalagunakannya. Lamanya berkuasa menyebabkan timbulnya Otoritarinisme ( penguasa yang sewenang-wenang ).

Untuk menjegah timbulnya otoritarianisme sebagai akibat dari lamanya berkuasa, maka perlu adanya sebuah peraturan yang membatasinya. Dalam era modern peraturan itu disebut konstitusi yang dalam perkembangannya menjadi sebuah paham yang disebut konstitusionalisme. Dengan maksud pembatan kekuasaan.

Lahirnya konstitusionalisme dilatarbelakangi dengan berbagai fenomena kelaliman dan tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh para penguasa sehingga tidak ada rasa aman untuk orang-orang yang berada di bawah kekuasaanya. Dalam ruang lingkup yang besar seperti halnya negara, berbagai fenemona kelaliman para penguasa tidak dapat dihindarkan dalam sejarah negara-negara di dunia.

Pada tahun 1889-1945 Jerman pernah dikuasai oleh seoarng diktator bernama Adolf Hitler. Gagasan kepemimpinan tentang suatu masyarakat, satu bangsa, dan satu pemimpin itu benar-benar menjadi ideologi utama setiap proses kebijakan yang digulirkan oleh Adolf Hitler. Orang yahudi dianggap Hitler sebagai racun yang bisa mengancam Eksistensi Ras Arya.

Demi satu bangsa, Hitler tidak hanya menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap kaum yahudi, tetapi juga pada beberapa masyarakat lain yang ada di Jerman. Sejak saat itu, Jerman seakan menjadi homogen.  

Ini salah satu fenomena dari sekian banyak fenomena kelalilaman yang terjadi. Aturan hanya berlaku untuk orang lain tidak untuk dirinya. Kekuasaan yang hampir dua dekade membuat kebijakan hanya lahir dari kehendak pribadinya. Bukan dari kehendak rakyat yang notabene sebagai objek dari sebuah kebijakan.

Persoalan yang dianggap penting dalam setiap konstitusi adalah pengaturan mengenai pengawasan dan pembatasan terhadap kekuasaan pemerintah. Gagasan mengawasi dan membatasi kekuasaan ini secara alamiah muncul karena ada kebutuhan untuk merespon kekuasaan raja atau para diktator yang tidak terbatas.

Oleh sebab itu, konstitusionalisme di zaman sekarang dianggap sebagai suatu konsep yang niscaya bagi setiap negara modern. Basis pokok dari pada konstitusionalisme yang sekaligus menjadi sebab adanya ialah kesepakatan umum ( Konsensus ) diantara mayoritas rakyat mengenai hubungan yang diidealkan berkenaan dengan negara.

Konstitusi merupakan bagian yang tidak terpisah dari sistem demokrasi. Sebab negara yang menganut paham kedaulatan rakyat, maka sumber legitimasi konstitusi itu adalah rakyat. Kata kuncinya adalah Kesepakatan ( Konsensus ), Jika kesepakatan umum runtuh, maka runtuh pula legetimasi kekuasaan negara. Pada prinsipnya konstitusionalisme modern sebenarnya memang menyangkut prinsip pembatasan kekuasaan ( limited Government ).  

 

 

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login