images

okezone.com

Kang Alee

Komp. Bandung Indah Raya Blok C II/ No. 5 Bandung
Member Since 14/03/2016

Menyusur Gua Pindul, Pantai Sadranan, dan Lava Tour Itu Serunya Nggak Ketulungan

Sabtu, 6 Januari 2018

Liburan akhir tahun yang cukup panjang rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi pada Desember 2017 kemarin selain anak-anak sedang libur sekolah juga ada 2 long weekand. Setelah melihat skedul dan ngobrol-ngobrol dengan keluarga, akhirnya diputuskan untuk liburan ke Jogjakarta.

Istri kemudian membuat itinerary selama kurang lebih 3 hari 2 malam. Selain liburan dalam Kota Jogjakarta, juga liburan dengan menyisir  Gua Pindul, Pantai Sadranan, dan Lava Tour.

Supaya liburan lebih menyenangkan, kami memutuskan berangkat dari Bandung ke Jogjakarta dengan menggunakan pesawat dan pulang dengan kereta api. Kalau pakai mobil bisa capek di jalan.

 

Gua Pindul dan Pantai Sadranan

Hari yang dinanti akhirnya datang juga, pagi-pagi kami sudah di Bandara Husaen Sastranegara Bandung untuk terbang pagi menuju Jogjakarta. Tiba di Jogjakarta langsung menuju hotel dan menitipkan barang bawaan supaya tidak terlalu berat. Maklum, waktu cek in masih beberapa jam lagi.

Saya kemudian menyewa kendaraan menuju Gua Pindul. Objek wisata gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul.

Gua Pindul dikenal karena salah satu obyek wisata susur gua yang bisa dilakukan oleh semua usia. Cara menyusurinya dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai di dalam gua.

Aliran sungai dimulai dari mulut gua hingga bagian akhir gua. Di dalam gua terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini.

Panjang Gua Pindul mencapai 350 Meter dengan lebar 5 Meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 Meter. Penelusuran Gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah Dam. Aliran sungai sendiri berasal dari mata air Gedong Tujuh. Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.

Gua Pindul terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona terang, remang, dan gelap. Salah satu bagian Gua Pindul terdapat tempat yang cukup lebar sehingga terlihat seperti kolam dan terdapat celah yang cukup lebar tempat sinar matahari masuk. Celah ini juga dapat dilalui sebagai jalur masuk dengan cara memasuki gua secara vertikal.

Setelah selesai menelusuri Gua Pindul kami langsung menuju Pantai Sadranan. Pantai dengan pasir putih ini sangat cocok untuk liburan keluarga. Selain sebagai pelepas penat, di sini wisatawan bisa snorkling.

Snorkling di pantai Sadranan tidak berbahaya karena ombaknya landai dan  tidak terlalu besar. Akan tetapi, tetap harus waspada karena banyak batu karang yang runcing yang bisa melukai kaki.

Kami kemudian menyewa alat-alat snorkeling dan menghabiskan sore dengan bersnorkling serta cengkerama bersama penghuni bawah laut, seperti terumbu karang, ikan-ikan yang cantik dan berwarna-warni.

Sadranan berasal dari kata Nyadran yaitu ritual sedekah laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena telah memberikan rezeki yang melimpah dari laut.

Saking serunya bersnorkling sampai lupa waktu. Sebelum hari benar-benar gelap kami bebersih dan menuju Jogjakarta untuk menginap di hotel yang telah kami pesan.

Lava Tour di Gunung Merapi

Hari berikutnya, usai sarapan siap-siap menuju kaki Gunung Merapi untuk mengikuti Lava Tour. Sebelum tiba di tempat tujuan, kami mampir dahulu di tempat oleh-oleh karena setelah dari Lava Tour langsung kembali ke Bandung menggunakan kereta api.

Lava Tour di kaki Gunung Merapi itu ngeri-ngeri sedap, apalagi anak-anak baru pertama kali offroad menggunakan mobil Jeep dengan cap terbuka, jadi makin ngeri-ngeri sedap.

Lava Tour di kaki Gunung Merapi menjadi salah satu destinasi wisata setelah beberapa tahun silam Gunung Merapi erupsi memuntahkan material vulkanik yang meluluhlantakkan desa-desa di sekitarnya.

Tidak mau terlalu lama larut dalam kesedihan, warga pun mengubah petaka menjadi berkah dengan membuat paket wisata bertajuk Lava Tour Merapi. Belajar dari warga Bromo yang mampu mendapatkan penghasilan dari mengantarkan tamu-tamu menyusuri kawasan Pasir Berbisik, warga Kaliurang pun menawarkan paket wisata menyusuri lautan pasir dan bebatuan sisa erupsi.

Wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi akan diajak menyusuri kaki Merapi menggunakan Jeep Willys buatan Amerika. Selain willys, ada juga kendaraan adventure lainnya yang tak kalah gagah.

Rute yang ditempuh bermula dari Parkiran Tlogo Putri, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem dan kembali lagi ke Kaliurang. Semakin jauh rute yang dipilih, semakin banyak tempat yang bisa dilihat.

Misalnya saja melihat Museum Mini Sisa Hartaku. Di tempat ini ada saksi bisu letusan Gunung Merapi seperti botol kaca yang meleleh, kerangka sepeda motor, peralatan dapur yang rusak dan berselimut abu, mesin jahit, tabung televisi hingga hewan peliharaan yang hanya tersisa kerangkanya saja. Ada sebuah jam dinding yang berhenti di angka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya erupsi.

Kemudian melihat batu alien dan mengunjungi Bunker Kaliadem. Bunker Kaliadem menjadi pemberhentian utama dari Lava Tour. Sebelum terjadi erupsi, kawasan ini merupakan hutan yang cukup asri namun kini semua sudah rata dengan pasir. Di Kaliadem kamu bisa menyaksikan Merapi yang berdiri dengan gagah serta masuk ke sebuah bunker yang dibangun untuk menyelamatkan diri tatkala terjadi erupsi.

Hampir setengah hari kami mengikuti perjalanan Lava Tour Merapi, saya yakin anak-anak akan mengenang perjalanan liburan ke Jogjakarta kali ini karena berbeda dengan liburan-liburan lainnya.

Selamat Liburan!

Berikan Komentar Anda

Login untuk komentar

Login